BI Rate Naik Jadi 5,50%, Krom Bank Fokus Jaga Likuiditas dan Efisiensi Dana



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,50% menjadi perhatian pelaku perbankan digital. PT Krom Bank Indonesia Tbk melihat langkah bank sentral tersebut sebagai sinyal positif untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali.

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan mengaku pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi dampak kenaikan suku bunga acuan ke depan. Salah satu fokus utama bank kini ialah memperkuat manajemen risiko guna mengelola potensi kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF).

"Kami akan fokus pada penguatan likuiditas dan penghimpunan dana murah atau CASA agar biaya dana tetap stabil tanpa harus menaikkan bunga kredit secara agresif yang berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM)," ujar Anton kepada Kontan, pekan lalu.


Hingga saat ini, ia bilang Krom Bank juga bakal mempertahankan tingkat suku bunga deposito yang berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. Bank tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis.

Baca Juga: Krom Bank Catat 1 Juta Rekening hingga April 2026

Dari sisi profitabilitas, Anton menyebut pihaknya masih melakukan observasi dan analisis lebih lanjut terhadap dampak kenaikan BI Rate. Di tengah kondisi tersebut, Krom Bank bakal terus memperkuat penghimpunan dana murah melalui ekosistem digital yang dimiliki.

Selain itu, Krom Bank juga melakukan sejumlah penyesuaian untuk menjaga kualitas aset. Bank menegaskan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat dalam penyaluran kredit guna mengendalikan risiko kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL).

Anton tak menampik bahwasannya kenaikan BI Rate berpotensi memberikan tekanan terhadap margin bunga bersih perbankan. Namun demikian, ia bilang pihaknya bakal mengedepankan efisiensi biaya dana untuk menjaga margin bunga tetap stabil sekaligus mempertahankan daya saing suku bunga kredit.

"Kami mencermati potensi melandainya NIM seiring kenaikan suku bunga acuan. Karena itu, fokus kami adalah menjaga efisiensi biaya dana agar margin tetap terjaga dan suku bunga kredit tetap kompetitif," tutupnya.

Baca Juga: Ekspansi Bank Digital Makin Agresif, Krom Bank Fokus Bidik Gen Z dan Milenial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News