KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,50% menjadi perhatian pelaku perbankan digital. PT Krom Bank Indonesia Tbk melihat langkah bank sentral tersebut sebagai sinyal positif untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan mengaku pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi dampak kenaikan suku bunga acuan ke depan. Salah satu fokus utama bank kini ialah memperkuat manajemen risiko guna mengelola potensi kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF). "Kami akan fokus pada penguatan likuiditas dan penghimpunan dana murah atau CASA agar biaya dana tetap stabil tanpa harus menaikkan bunga kredit secara agresif yang berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM)," ujar Anton kepada Kontan, pekan lalu.
BI Rate Naik Jadi 5,50%, Krom Bank Fokus Jaga Likuiditas dan Efisiensi Dana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,50% menjadi perhatian pelaku perbankan digital. PT Krom Bank Indonesia Tbk melihat langkah bank sentral tersebut sebagai sinyal positif untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan mengaku pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi dampak kenaikan suku bunga acuan ke depan. Salah satu fokus utama bank kini ialah memperkuat manajemen risiko guna mengelola potensi kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF). "Kami akan fokus pada penguatan likuiditas dan penghimpunan dana murah atau CASA agar biaya dana tetap stabil tanpa harus menaikkan bunga kredit secara agresif yang berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM)," ujar Anton kepada Kontan, pekan lalu.