BI Rate Naik Jadi 6%, Bank Jago (ARTO) Mulai Kerek Bunga Deposito



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6% menjadi tantangan bagi Bank digital, mengingat dengan bunga yang tinggi, ada kemungkinan bank digital berpotensi menaikkan bunga depositonya lebih tinggi lagi.

Pasalnya, bunga yang tinggi sudah menjadi strategi bank digital selama ini untuk menarik lebih banyak pendanaan dari nasabah simpanan. Tak ayal jika kenaikan BI Rate berdampak pada bank digital untuk mengerek bunga deposito lebih tinggi lagi.

Salah satu bank digital yang mengkonfirmasi sudah mulai menaikkan suku bunga depositonya adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO). Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung saat ditemui di Jakarta.


Baca Juga: Bank Digital Genjot Penyaluran Kredit di Sisa Akhir Tahun 2023

"Suku bunga deposito penyesuaiannya 0,25 sudah berlaku ya," kata dia kepada Kontan belum lama ini.

Sebelumnya diketahui bunga deposito Bank Jago yang ditawarkan adalah sebesar 5% per tahun. 

Sementara itu, dari dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago, Arief mengatakan porsi dana murah (CASA) masih menjadi sumber pendanaan terbesar di Bank Jago. 

"Komposisi funding kami yang terbesar itu tetap di CASA, sekitar 70% dan deposito 30%. Demand deposito baik, tapi kami memang mendorongnya ke CASA," kata dia kepada Kontan baru-baru ini.

Maklum saja, dana murah akan mengefisiensi cost of fund dari Bank Jago, apalagi dengan tren suku bunga yang tinggi saat ini.

Baca Juga: Berikut Upaya Bank Digital Menggeber Kinerja Kredit di Sisa Tahun 2023

Adapun upaya Bank Jago untuk mengoptimalkan penghimpunan dana murahnya adalah dengan menerapkan strategi melalui peningkatan kemudahan dari sisi kapabilitas transaksi.

"Makin banyak fitur-fitur di Jago yang kita enhance. Di gopay tabungan kan juga soal saving. Lalu kami lengkapi juga produk lainnya yang belum seperti bank devisa," kata dia.

Arief bilang pihaknya tengah mengupayakan untuk menjadi bank devisa agar dapat meningkatkan pertumbuhan di segmen pendanaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli