KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tiba-tiba menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% hari ini disebut berpotensi memperkuat rupiah, tetapi di satu sisi dapat menekan surat utang negara tenor panjang. Head Of Investment Portfolio Strategy Bank Sinarmajads, Ismail Muharam, mengatakan bahwa secara teori kenaikan suku bunga acuan seharusnya mendorong kenaikan yield surat berharga negara (SBN). Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan pasar obligasi tidak sepenuhnya mengikuti teori lantaran adanya intervensi Bank Indonesia (BI) melalui pengelolaan kurva imbal hasil (yield curve). Ia menjelaskan, selama periode tersebut yield obligasi tenor pendek mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sementara yield tenor panjang cenderung ditahan. Kondisi ini menyebabkan yield curve mengalami flattening.
BI Rate Naik Menjadi 5,50%, Yield SBN Tenor 10 Tahun Diproyeksi Terus Menanjak
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tiba-tiba menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% hari ini disebut berpotensi memperkuat rupiah, tetapi di satu sisi dapat menekan surat utang negara tenor panjang. Head Of Investment Portfolio Strategy Bank Sinarmajads, Ismail Muharam, mengatakan bahwa secara teori kenaikan suku bunga acuan seharusnya mendorong kenaikan yield surat berharga negara (SBN). Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan pasar obligasi tidak sepenuhnya mengikuti teori lantaran adanya intervensi Bank Indonesia (BI) melalui pengelolaan kurva imbal hasil (yield curve). Ia menjelaskan, selama periode tersebut yield obligasi tenor pendek mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sementara yield tenor panjang cenderung ditahan. Kondisi ini menyebabkan yield curve mengalami flattening.