BI Rate Naik, MSIG Indonesia Atur Ulang Portofolio: SBN Terbesar, Deposito Meroket



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Mengenai hal itu, perusahaan asuransi umum PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) bilang kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,25% berpotensi memberikan dampak positif terhadap hasil investasi perusahaan. 

"Khususnya, melalui peningkatan suku bunga deposito dan yield obligasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih menarik bagi penempatan dana baru," ungkap Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka kepada Kontan, Senin (1/6).

Tomosuke mengatakan, kondisi itu juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan kas, serta penempatan investasi jangka pendek dan menengah pada instrumen pendapatan tetap dengan imbal hasil yang lebih kompetitif. Meski demikian, dia bilang pihaknya akan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan profil risiko perusahaan dalam berinvestasi.


Baca Juga: Suku Bunga BI Naik, Permintaan Pinjaman Online Diprediksi Melonjak

Terkait penambahan penempatan di obligasi atau deposito, Tomosuke mengatakan pihaknya akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, kebutuhan operasional, serta strategi pengelolaan kas secara menyeluruh. 

Dia menyebut MSIG Indonesia juga perlu menjaga keseimbangan antara ketersediaan dana untuk mendukung aktivitas bisnis dan optimalisasi penempatan pada instrumen yang memberikan imbal hasil lebih kompetitif dengan profil risiko yang terukur.

Dalam pelaksanaannya, Tomosuke menyampaikan perusahaan juga dapat melakukan penyesuaian atau switching antarinstrumen, seperti deposito, obligasi, dan pasar uang. Hal itu dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan peluang imbal hasil yang tersedia. 

"Langkah itu dilakukan secara selektif agar portofolio tetap efisien, fleksibel, serta selaras dengan strategi keuangan dan manajemen risiko perusahaan dalam jangka panjang," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, MSIG Indonesia mencatatkan total investasi sebesar Rp 1,86 triliun per April 2026.

Penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp 1,14 triliun atau porsinya 61,29%. Diikuti instrumen deposito berjangka dengan nilai Rp 615,73 miliar, atau porsinya 32,80%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News