BI rate naik, rupiah masih loyo di Rp 14.156 per dollar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah belum mampu menguat di hadapan dollar Amerika Serikat (AS), meski Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan.

Mengutip bloomberg, Jumat (18/5), nilai tukar rupiah melemah 0,70% menjadi Rp 14.156 per dollar AS pada pukul 18.00 WIB. Dengan demikian, sepekan ini, mata uang Garuda sudah terdepresiasi sebesar 1,40%.

Rupiah loyo meskipun kemarin, BI menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,5%. Ekonom BCA David Sumual mengatakan, meski BI menaikkan suku bunga, namun efeknya tidak akan langsung terasa pada pergerakan rupiah.


Menurutnya, pelemahan rupiah karena masih banyak dari tekanan eksternal terutama dari AS. "Rupiah melemah saat ini lebih karena kenaikan imbas hasil US Treasury 10 tahun yang kembali bergerak di atas 3% dalam beberapa hari terakhir," katanya, Jumat.

Sementara, analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menilai, kenaikan suku bunga justru membawa dampak yang kurang bagus untuk rupiah ke depannya. Bisa jadi, pertumbuhan ekonomi akan semakin dipaksakan untuk terus naik, sedangkan kondisi ekonomi saat ini tidak begitu bagus.

"Saya berharap BI tidak akan menaikan suku bunga kembali dalam waktu dekat dan akan lebih baik untuk terus fokus intervensi walau hanya sekadar mempertahankan rupiah," tuturnya.

Prediksi Lukman, pekan depan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.075 hingga Rp 14.300 per dollar AS. Sementara, David memperkirakan, rupiah akan bergulir antara Rp 14.080 hingga Rp 14.170 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini