KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia mengakui transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke sektor perbankan masih belum optimal, terutama pada sisi kredit. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. “Penguatan efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan terus ditempuh,” ujarnya saat konferensi pers RDG BI, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp 427,1 Triliun Hingga Pekan Pertama Maret 2026 Sejak awal 2025, BI telah menurunkan BI-Rate sebesar 125 basis poin (bps) yang diikuti dengan ekspansi likuiditas. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap penurunan berbagai suku bunga di pasar keuangan. Suku bunga pasar uang antarbank, seperti INDONIA, tercatat turun 186 bps menjadi 4,16% per 16 Maret 2026. Sementara itu, suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga turun masing-masing sekitar 190 bps ke kisaran 5,25%–5,33%. Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga berada di level yang lebih rendah, yakni 5,99% untuk tenor 2 tahun dan 6,88% untuk tenor 10 tahun. Namun demikian, penurunan suku bunga di sektor perbankan, khususnya kredit, masih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan tercatat turun 64 bps menjadi 4,17% pada Februari 2026, dari 4,81% pada Januari 2025.
Baca Juga: Transmisi Suku Bunga Menguat, Kredit Belum Sepenuhnya Tersalur Perry menilai, perbankan masih perlu mengurangi ketergantungan pada
special rate untuk deposan besar yang porsinya masih mencapai 26,64% dari total dana pihak ketiga (DPK). “Upaya bank untuk mengurangi pemberian
special rate kepada deposan besar perlu terus dilanjutkan,” jelasnya. Di sisi lain, transmisi ke suku bunga kredit juga belum optimal. Hingga Februari 2026, suku bunga kredit baru turun 40 bps menjadi 8,80% dari 9,20% pada awal 2025.
Ke depan, BI mendorong perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dana dan kredit agar dapat meningkatkan permintaan kredit. “Upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi,” tegas Perry. BI berharap percepatan transmisi ini dapat memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News