JAKARTA. Nilai tukar rupiah sempat drop ke level Rp 12.900 per dollar Amerika Serikat pada Selasa (16/12) terimbas kekhawatiran pelaku pasar global akan terjadi krisis di Rusia. Ketika itu, Rusia menaikkan bunga acuan sebesar 650 basis poin naik menjadi 17% dari 10,5%. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan apa yang terjadi di Rusia adalah krisis politik terkait perlawananan terhadap Ukraina. "Kalau investor sudah bisa mencerna masalah Rusia, nanti rupiah bisa kembali lagi di bawah 12.500," ujar Mirza di Jakarta, Kamis (18/12). Mirza mengatakan, level rupiah pada kisaran Rp 11.900 - Rp 12.300 per dollar AS masih baik. Ketika rupiah tertekan sampai Rp 12.600 per dollar AS, BI akan hadir di pasar untuk stabilisasi.
BI: Rupiah akan kembali kuat di bawah Rp 12.500
JAKARTA. Nilai tukar rupiah sempat drop ke level Rp 12.900 per dollar Amerika Serikat pada Selasa (16/12) terimbas kekhawatiran pelaku pasar global akan terjadi krisis di Rusia. Ketika itu, Rusia menaikkan bunga acuan sebesar 650 basis poin naik menjadi 17% dari 10,5%. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan apa yang terjadi di Rusia adalah krisis politik terkait perlawananan terhadap Ukraina. "Kalau investor sudah bisa mencerna masalah Rusia, nanti rupiah bisa kembali lagi di bawah 12.500," ujar Mirza di Jakarta, Kamis (18/12). Mirza mengatakan, level rupiah pada kisaran Rp 11.900 - Rp 12.300 per dollar AS masih baik. Ketika rupiah tertekan sampai Rp 12.600 per dollar AS, BI akan hadir di pasar untuk stabilisasi.