BI sebut lima kebijakan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optismistis kalau  pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun depan, sehingga perekonomian bisa pulih minimal ke level pra Covid-19.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada beberapa syarat yang harus dilakukan agar pemulihan ekonomi bisa semakin cepat.

“Ada kondisi prasyarat, yaitu vaksinasi, disiplin protokol kesehatan, juga didorong dengan lima kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Perry dalam Pertemuman Tahunan BI, Kamis (3/12).


Lima kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional yang dimaksud Perry adalah. Pertama, pembukaan secara bertahap sektor yang produktif dan aman.

Baca Juga: Penyaluran anggaran untuk perlindungan sosial sudah mencapai Rp 207,8 triliun

Pembukaan sektor dengan prioritas tertinggi adalah pada 6 sektor yang memberi kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi dan ekspor. Seperti sektor makanan minuman, tanaman perkebunan, industri imia, kehutanan, tanaman hortikultura, dan pertambangan bijih logam.

Lalu, disusul dengan pembukaan 15 sektor prioritas kedua yang antara lain pengolahan tembakau, tanaman pangan, peternakan, real estate, komunikasi, industri TPT, industri barang dari logam, dan industri logam dasar.

“Kedua sektor prioritas tersebut menyumbang hampir 40% PDB. Vaksinasi dapat diprioritaskan pada sektor-sektor ini dan disiplin protokol kesehatan juga tetap perlu,” terang Perry.

Baca Juga: Sektor kesehatan membantu dongkrak kinerja Aneka Gas Industri (AGII)

Editor: Noverius Laoli