BI siapkan racikan penguat ekonomi Indonesia



JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, pelambatan ekonomi sulit terhindarkan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 yang hanya 4,71%, sudah masuk dalam perkiraan BI.

Penyebab utama pelambatan ekonomi itu, menurut Agus, terutama karena harga komoditas yang masih rendah. Pelambatan ekonomi juga terjadi di negara mitra dagang Indonesia seperti China.

Sementara faktor dalam negeri yang menghambat adalah rendahnya belanja pemerintah pusat akibat proses penyusunan anggaran baru selesai Februari 2015. Namun demikian, Agus yakin, pertumbuhan ekonomi akan membaik di tiga kuartal berikutnya.


Dia bilang, kuncinya adalah perbaikan kualitas belanja pemerintah pusat dan upaya mendorong investasi. Adapun BI akan merespon dengan mengeluarkan berbagai bauran kebijakan.

"Bauran kebijakan itu paling utama terkait nilai tukar, kebijakan bunga, cadangan devisa, kehati-hatian makro, komunikasi, kerjasama bank sentral dan koordinasi dengan pemerintah," ujar Agus, Rabu (6/5) di Istana Negara, Jakarta.

Adapun BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 ini masih dalam range 5,4%-5,8%. Adapun target pemrintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2015 pertumbuhan berada di level 5,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia