BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Begini Arah Strategi Investasi Asuransi Umum



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Februari 2026 dinilai membawa dampak positif bagi industri asuransi umum.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai stabilitas suku bunga dan nilai tukar sebagai faktor kunci bagi kepastian bisnis, pengelolaan risiko, dan keberlanjutan kinerja investasi industri asuransi.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan penetapan suku bunga tidak akan mengubah strategi investasi yang sudah Jasindo tetapkan.


Baca Juga: Asuransi Didorong Terlibat di Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ini Respons AAUI

"Bagi Asuransi Jasindo, kebijakan tersebut telah sejalan dengan ekspektasi perusahaan, sehingga tidak mengubah arah strategi investasi yang telah ditetapkan," ujarnya kepada Kontan, Sabtu (21/2/26).

Dari sisi portofolio, Brellian menjelaskan kalau Jasindo berupaya menerapkan strategi Liability Driven Investment (LDI) guna memastikan pengelolaan aset selaras dengan profil liabilitas perusahaan.

Sementara dari sisi instrumen investasi, Brellian menilai suku bunga yang relatif rendah memberi dampak positif bagi obligasi yang mengalami kenaikan harga. Begitu juga dengan reksadana yang tetap menarik dengan pergerakan mengikuti jenis dan underlying masing-masing produk.

Meski begitu, Jasindo tidak melihat adanya urgensi untuk mengubah komposisi investasi, mengingat kondisi suku bunga saat ini telah sejalan dengan strategi investasi perusahaan hingga 2026.

Brellian menegaskan obligasi tetap menjadi instrumen utama portofolio investasi Jasindo, sekaligus juga untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga dan profil liabilitas perusahaan.

Baca Juga: AAUI Sebut Masih Ada Asuransi Umum yang Kesulitan Mengimplementasikan PSAK 117

Sejalan dengan Jasindo, PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) juga menilai penahanan suku bunga tidak akan berdampak langsung terhadap bisnis industri asuransi.

Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi mengatakan bahwa yang terpenting bagi perusahaan adalah stabilitas kebijakan suku bunga agar tim investasi memiliki kesempatan untuk memprediksi kondisi bisnis lebih baik.

"Yang penting stabil supaya tim investasi dapat membuat prediksi bisnis lebih baik," ujarnya pada Jumat (20/2/26).

Christian menyebut bahwa dengan suku bunga yang stabil di level saat ini, target hasil investasi perusahaan tetap dapat tercapai sesuai perencanaan.

Selain itu, ia juga mengatakan deposito dinilai masih menarik dan relevan sebagai bagian dari portofolio investasi di tengah kondisi suku bunga yang bertahan.

Adapun Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan ikut menegaskan portofolio investasi asuransi umum tidak akan berubah secara signifikan mengingat suku bunga juga tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025

"Saya pikir komposisi seperti apa yang dipaparkan juga tidak akan berubah signifikan," terangnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2025 total investasi asuransi umum adalah Rp 131,43 triliun yang didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp 47,21 triliun.

Selanjutnya: Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK, Soroti Rp 223 T Dana MBG Masuk Pos Pendidikan

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News