BI Tahan Suku Bunga Acuan, Analis Jagokan Saham Bank-Bank Besar Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham perbankan, khususnya bank konvensional masih on track seiring dengan keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

Karenanya, pada akhir perdagangan, Kamis (20/1) saham-saham bank konvensional mayoritas ditutup di zona hijau. BBCA ditutup menguat 1,30% ke Rp 7.775, BMRI naik 2,14% ke Rp 7.175, dan BBNI naik 0,70% ke Rp 7.150. Hanya BBRI yang ditutup stagnan di Rp 4.130.

Head of Investment Research Infovesta, Wawan Hendrayana menuturkan dengan ditahannya suku bunga acuan, maka kekhawatiran akan mengurangi kredit akibat suku bunga naik dapat mereda. Lebih jauh, sepanjang tahun 2021 kredit perbankan tumbuh juga 5,2% yoy dan diekspektasikan akan melanjutkan pertumbuhan di tahun ini sekitar 8%-10%.


Nah, dengan ekspektasi tersebut diproyeksikan akan berdampak positif terhadap pergerakan saham bank-bank konvensional. Sebab, dengan naiknya kredit maka pendapatan bank akan meningkat juga.

Baca Juga: Punya Rencana Bisnis Menjanjikan, Begini Rekomendasi Saham Ciputra Development (CTRA)

"Tahun lalu, laba bank juga sudah mulai membaik dari 2020 dan di tahun ini harapannya sudah kembali normal seperti sebelum pandemi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (20/1).

Namun, Analis Pilarmas Investindo, Okie Setya Ardiastama melihat untuk Januari 2022 pertumbuhan kredit diproyeksikan lebih lambat dibandingkan bulan Desember 2020. Perlambatan diproyeksikan berada di kisaran 4% - 4,8%.

"Hal ini seiring dengan saldo bersih tertimbang (SBT) di bulan Januari dan juga antisipasi pelaku usaha terhadap ekspansi," sebutnya.

Secara keseluruhan, Pilarmas Investindo menyematkan rating overweight pada sektor perbankan dengan saham pilihan teratas yaitu BBCA dan BMRI. 

Sementara Wawan menjagokan BBCA dan BBRI yang telah menyelesaikan rights issue jumbo sehingga tahun ini diperkirakan akan memiliki permodalan yang kuat untuk melakukan ekspansi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi