BI tahan suku bunga, rupiah bergerak dalam rentang sempit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI-7DRR) membuat pelemahan rupiah terbatas. Pada Kamis (20/12), mata uang Garuda melemah 0,24% menjadi Rp 14.473 per dollar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, rupiah pada kurs tengah BI juga terdepresiasi 0,83% ke level 14.499 per dollar AS.

Pada awal perdagangan hari ini, rupiah sempat tertekan dan berada di atas level Rp 14.500 per dollar AS. Hal tersebut merupakan dampak dari kenaikan suku bunga The Federal Reserve 25 basis poin menjadi 2,25%-2,5%.


Namun, setelah BI mengumumkan suku bunga acuan tetap di level 6%, rupiah berbalik arah dan akhirnya ditutup dengan pelemahan hanya 0,24%.

Ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, keputusan BI sebenarnya sudah sesuai ekspektasi pasar. Karena itu, posisi rupiah kali ini lebih karena pelemahan teknikal.

Mengingat sepanjang pekan nilai tukar rupiah sudah menguat signifikan. "Pergerakan rupiah sesuai dengan mata uang emerging market lainnya," kata dia.

David memperkirakan, pergerakan rupiah selanjutnya cenderung dalam rentang sempit. Lantaran, pasar sudah mulai sepi jelang libur akhir tahun dan sudah tidak ada data ekonomi yang secara signifikan mempengaruhi pergerakannya.

Untuk Jumat (21/12), mata uang Garuda diprediksi masih bergerak dalam kisaran Rp 14.400-14.500 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi