JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan rupiah selama kuartal kedua 2016 yang kemudian dilanjutkan hingga Juli lalu. Penguatan tersebut salah satunya disebabkan oleh kebijakan tax amnesty. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, selama kuartal kedua 2016, nilai tukar rupiah rata-rata menguat sebesar 1,59% dan mencapai level Rp 13.313 per dollar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut berlanjut di bulan Juli 2016 sebesar 1,72% dan ditutup di level Rp 13.112 per dollar AS. "Penguatan rupiah didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik sejalan dengan terjaganya stabilitas makroekonomi di samping implementasi Undang-Undang Pengampunan Pajak," kata Agus, Jumat (20/8) malam.
BI: Tax amnesty sokong rupiah di kuartal II
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan rupiah selama kuartal kedua 2016 yang kemudian dilanjutkan hingga Juli lalu. Penguatan tersebut salah satunya disebabkan oleh kebijakan tax amnesty. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, selama kuartal kedua 2016, nilai tukar rupiah rata-rata menguat sebesar 1,59% dan mencapai level Rp 13.313 per dollar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut berlanjut di bulan Juli 2016 sebesar 1,72% dan ditutup di level Rp 13.112 per dollar AS. "Penguatan rupiah didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik sejalan dengan terjaganya stabilitas makroekonomi di samping implementasi Undang-Undang Pengampunan Pajak," kata Agus, Jumat (20/8) malam.