BI Turunkan Insentif KLM, Krom Bank Evaluasi Strategi Penyaluran Kredit



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) oleh Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu pertimbangan bagi Krom Bank dalam mengevaluasi strategi penyaluran kredit ke depan.

Mulai 1 Desember 2026, BI bakal menurunkan insentif KLM dari total 6% menjadi 5% dari Giro Wajib Minimum (GWM). Rinciannya, insentif financing channel diturunkan menjadi maksimal 3% dari sebelumnya 4%, sementara insentif Pendalaman Pasar Uang (PPU) tetap maksimal 2%.

KLM financing channel nantinya bakal disesuaikan berdasarkan evaluasi yang dilakukan BI. Insentif bakal difokuskan untuk sektor kredit yang mendukung penciptaan lapangan kerja. 


Baca Juga: Jaga Margin Bunga Bersih, BCA Andalkan Kredit Produktif

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan memandang penyesuaian kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BI untuk menjaga efektivitas intermediasi perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bagi Krom Bank, penyesuaian kebijakan tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi strategi penyaluran kredit ke depan,” ujar Anton kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).

Hingga Agustus 2026, Krom Bank telah menyalurkan kredit Rp 11,59 triliun atau naik 50,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Anton bilang pihaknya bakal mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan mempertimbangkan kebutuhan nasabah, prospek sektor usaha, kualitas aset, profil risiko, serta prinsip kehati-hatian.

Bank juga akan mencermati implementasi ketentuan terbaru agar strategi bisnis dan pengelolaan likuiditas tetap selaras dengan arah kebijakan regulator.

Selama ini, sektor-sektor yang tercakup dalam kebijakan KLM BI meliputi sektor prioritas dan sektor jasa, termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estat dan perumahan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, inklusi, serta sektor berkelanjutan.

Baca Juga: Ini Strategi BCA Menjaga Permodalan Sampai Akhir 2026

Dalam kaitannya dengan itu, Anton menyebut Krom Bank bakal mengevaluasi penyesuaian kebijakan KLM sebagai bagian dari perencanaan bisnis dan optimalisasi portofolio kredit.

Evaluasi tersebut juga menjadi momentum bagi bank untuk menimbang keseimbangan antara penyaluran kredit ke sektor prioritas dan peluang pembiayaan di sektor produktif lainnya.

Dalam menentukan arah ekspansi, Anton memastikan Krom Bank bakal mencermati prospek pertumbuhan, kebutuhan pendanaan nasabah, potensi imbal hasil, serta profil risiko setiap segmen. Penyesuaian strategi akan dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio dan perkembangan kondisi ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News