Biaya Bahan Baku Naik, FKS Food Sejahtera Fokus Jaga Profitabilitas pada Semester II



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas. Kondisi ini tercermin dari penurunan laba bersih di tengah kenaikan penjualan pada periode semester I-2026. Merujuk laporan keuangan, AISA mencatat penjualan neto sebesar Rp 1,06 triliun pada semester I-2026, meningkat 11,38% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp 951,70 miliar. Pada saat yang sama, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 41,91 miliar, turun 3,21% dibandingkan Rp 43,30 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Industri Mamin RI Hadapi Tantangan Ekspor, dari Geopolitik hingga Standar Global Corporate Secretary AISA  Ivan Gunawan mengatakan perusahaan melihat kinerja pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan yang cukup baik. Pencapaian tersebut didukung oleh kinerja portofolio produk perusahaan serta aktivitas distribusi dan penetrasi pasar yang terus dilakukan.  “Perseroan memiliki portofolio yang mencakup kategori makanan dasar maupun makanan konsumsi, dengan jaringan distribusi yang melayani pasar tradisional dan modern di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Ivan kepada Kontan.co.id, pekan lalu. Namun demikian, pertumbuhan penjualan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan laba bersih. Memasuki semester kedua, AISA akan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui beberapa area utama, antara lain menjaga ketersediaan produk, memperkuat jaringan distribusi dan penetrasi pasar, serta menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan dan daya beli konsumen. Selain itu, Perseroan juga terus melakukan aktivitas pemasaran dan pengembangan produk sebagai bagian dari upaya menjaga relevansi produk terhadap kebutuhan konsumen. Di sisi distribusi, perluasan jangkauan pasar tetap menjadi salah satu area yang diperhatikan, termasuk peningkatan akses ke berbagai wilayah di Indonesia. “Pelaksanaan masing-masing inisiatif akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan perkembangan permintaan, sehingga Perseroan tetap memiliki fleksibilitas dalam menentukan prioritasnya,” ucapnya. Untuk menjaga profitabilitas ke depan, AISA terus mencermati perkembangan biaya bahan baku, biaya produksi, dan beban operasional serta berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Baca Juga: Efisiensi Energi Jadi Strategi Industri Elektronik Menjual Produk AC di Indonesia


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News