Biaya Dana (HPDK) Perbankan Menurun pada Akhir 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya dana atau Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) perbankan mulai mengalami penurunan pada akhir 2025 seiring dengan penurunan bunga acuan Bank Indonesia (BI).  Penurunan HPDK ini didorong oleh kondisi likuiditas perbankan yang semakin membaik.

Dikutip dari data BI, Kamis (4/4), HPDK per Desember 2025 mengalami penurunan menjadi 3,35%, menurun dari angka 3,41% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena sejumlah faktor, di antaranya karena redanya tekanan pendanaan, likuiditas yang semakin membaik, serta menurunnya persaingan bunga antar bank.

Baca Juga: Bank Mandiri Hadirkan Fitur Kelola DHE SDA Real Time di Kopra by Mandiri


BI mencatat, penurunan HPDK paling dipengaruhi oleh kondisi likuiditas kelompok bank BUMN dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang semakin solid. HPDK kelompok BUMN dan BUSN masing-masing turun sebesar 8 bps dan 5 bps menjadi 3,16% dan 3,40%, sekaligus mencatatkan level HPDK terendah sepanjang 2025.

Sementara itu, penurunan HPDK di kelompok Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) turun secara moderat, yakni sebesar 2 bps menjadi 1,64%. Adapun HPDK kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) meningkat sebesar 3 bps menjadi 4,40%.

Di kelompok BUMN, penurunan HPDK dipengaruhi oleh stimulus dari penempatan dana pemerintah (SAL) serta pertumbuhan dana korporasi. Sedangkan, pada kelompok BUSN, penurunan biaya dana didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari segmen Korporasi dan Perseorangan sebesar 10,03% (yoy) yang memperkuat struktur pendanaan.

Penurunan HPDK ini mendorong terjadinya penurunan Suku Bunga Dasar Kebijakan (SBDK) turun dari 9,11% pada November 2025 menjadi 9,06% di Desember 2025. 

Baca Juga: Biaya Dana Turun, BI Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit pada Desember 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News