KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta orang, tumbuh 10,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan capaian 2024 yang tumbuh hingga 34,7% YoY yang menyerap tenaga kerja 2,46 juta orang. Perlambatan penyerapan tenaga kerja pada 2025 ini mengindikasikan adanya penurunan dari sisi kualitas investasi, salah satunya tercermin dari meningkatnya biaya investasi per tenaga kerja. Berdasarkan perhitungan Kontan, untuk menyerap satu orang tenaga kerja pada 2025 dibutuhkan investasi sekitar Rp 712,48 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang hanya sekitar Rp 673,25 juta per tenaga kerja. Kenaikan biaya investasi per pekerja ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi menjadi relatif lebih mahal.
Biaya Investasi Mahal Imbas Depresiasi Rupiah, Penyerapan Tenaga Kerja Melambat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta orang, tumbuh 10,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan capaian 2024 yang tumbuh hingga 34,7% YoY yang menyerap tenaga kerja 2,46 juta orang. Perlambatan penyerapan tenaga kerja pada 2025 ini mengindikasikan adanya penurunan dari sisi kualitas investasi, salah satunya tercermin dari meningkatnya biaya investasi per tenaga kerja. Berdasarkan perhitungan Kontan, untuk menyerap satu orang tenaga kerja pada 2025 dibutuhkan investasi sekitar Rp 712,48 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang hanya sekitar Rp 673,25 juta per tenaga kerja. Kenaikan biaya investasi per pekerja ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi menjadi relatif lebih mahal.