Biaya Kereta Vietnam-China Membengkak US$ 3 Miliar Jadi US$ 11,1 Miliar



KONTAN.CO.ID - HANOI. Majelis Nasional Vietnam pada Senin (24/8/2026) menyetujui perubahan rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Vietnam dengan China. Perubahan tersebut membuat estimasi biaya proyek meningkat sekitar US$ 3 miliar.

Jalur kereta api tersebut akan menghubungkan Provinsi Lao Cai di Vietnam utara yang berbatasan langsung dengan China, melewati ibu kota Hanoi, hingga kota pelabuhan utama Haiphong.

Berdasarkan rencana terbaru, total panjang jalur utama dan jalur cabang mencapai 426 kilometer (km), meningkat dari rencana sebelumnya sepanjang 391 km.


Baca Juga: KPMG Australia Bakal PHK Hampir 400 Pekerja, Memperingatkan Pasar yang Sulit

Sejalan dengan penambahan panjang jalur, estimasi total biaya proyek juga naik menjadi 289 triliun dong Vietnam atau sekitar US$ 11,1 miliar, dari sebelumnya 203 triliun dong.

Kereta pada jalur tersebut dirancang dapat melaju dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam.

Jalur kereta juga akan melewati sejumlah provinsi lain, termasuk Phu Tho, Bac Ninh, dan Hung Yen. Wilayah-wilayah tersebut menjadi lokasi sejumlah kawasan industri sehingga jalur tersebut diharapkan dapat mendukung konektivitas serta aktivitas ekonomi Vietnam.

Pemerintah Vietnam menargetkan pembangunan jalur kereta api tersebut selesai pada akhir 2030.

Vietnam sebelumnya menyatakan akan menerima pinjaman dari pemerintah China untuk mendanai proyek tersebut.

Jalur kereta Lao Cai-Hanoi-Haiphong merupakan salah satu dari tiga jalur kereta api yang direncanakan untuk menghubungkan Vietnam dengan China.

Dengan nilai proyek yang kini mencapai 289 triliun dong, kenaikan biaya sekitar 86 triliun dong atau setara lebih dari US$ 3 miliar mencerminkan adanya perluasan cakupan pembangunan dibandingkan rencana sebelumnya.