Biaya Layanan E-Commerce Naik, idEA: Industri Banyak Ditopang Promo & Gratis Ongkir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform e-commerce menaikkan biaya layanan yang ditanggung oleh seller (penjual) sejak Mei 2026. Hal ini seiring pertumbuhan industri e-commerce yang masif dinilai telah banyak disokong oleh subsidi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan mengatakan, saat ini ekosistem e-commerce sedang bergerak menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan setelah banyaknya subsidi yang digelontorkan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri banyak ditopang oleh berbagai bentuk subsidi dan promosi, termasuk subsidi ongkos kirim/ongkir (gratis ongkir)," kata Budi kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).


Baca Juga: Pengusaha Logistik Siap Beralih ke Kendaraan Listrik, Asal Ekosistem Didukung

Maka tak heran, saat ini menurutnya mulai terlihat penyesuaian agar tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekosistem, kualitas layanan, dan keberlanjutan usaha seluruh pihak dalam rantai perdagangan digital.

Budi menambahkan, struktur biaya yang dikenakan kepada seller merupakan kombinasi dari biaya logistik, program promosi, subsidi platform, serta kerja sama dengan mitra logistik. 

Karena itu, dia menegaskan dinamika yang terjadi bukan semata keputusan satu pihak, melainkan refleksi dari penyesuaian industri yang semakin matang.

Secara umum, Budi bilang dampak penyesuaian ini dapat berbeda pada tiap seller, tergantung model bisnis, lokasi pengiriman, kategori produk, serta strategi promosi masing-masing.

Budi menyebut, saat ini juga para seller melakukan sejumlah strategi sebagai respons atas penyesuaian ini. Ada yang melakukan efisiensi operasional, menyesuaikan strategi promosi maupun harga, ada pula yang masih menyerap sebagian biaya tambahan untuk menjaga daya saing. 

"Karena itu, kondisi di lapangan tidak bisa digeneralisasi bahwa seluruh seller otomatis menaikkan harga jual," ujarnya.

Baca Juga: Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Naik 6,63% Jadi Rp2,25 Triliun, Ini Faktor Pendorongnya

Yang pasti, pelaku platform e-commerce mengaku tetap memastikan proses penyesuaian dilakukan secara transparan, bertahap, dan memberi ruang adaptasi yang memadai bagi pelaku usaha, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasalnya, idEA meyakini, menjaga keseimbangan antara keberlanjutan platform, daya saing seller, dan kualitas layanan kepada konsumen merupakan hal yang krusial.

Di sisi platform, Budi bilang berbagai upaya umumnya tetap dilakukan untuk membantu menjaga daya saing seller. Di antaranya, melalui program promosi yang lebih terukur, optimalisasi teknologi dan fulfillment, peningkatan efisiensi logistik, hingga kampanye untuk membantu meningkatkan trafik dan konversi penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News