KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan Tarif Batas Atas (TBA). Permintaan ini menyusul eskalasi konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga minyak dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah. Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, mengatakan kondisi ekonomi internasional saat ini sedang tidak kondusif akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Hal ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai nasional yang mayoritas menggunakan mata uang dolar AS.
Biaya Operasional Membengkak, INACA Minta Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge 15%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan Tarif Batas Atas (TBA). Permintaan ini menyusul eskalasi konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga minyak dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah. Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, mengatakan kondisi ekonomi internasional saat ini sedang tidak kondusif akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Hal ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai nasional yang mayoritas menggunakan mata uang dolar AS.
TAG:
- Avtur
- Fuel Surcharge
- Inaca
- Industri Penerbangan
- Maskapai Penerbangan
- Pemerintah
- Timur Tengah
- kurs rupiah
- harga minyak
- harga tiket pesawat
- harga avtur
- Konflik Geopolitik
- Tarif Batas Atas
- Penyesuaian Harga
- Stimulus Kebijakan
- Konektivitas Udara
- Krisis Global
- biaya operasional maskapai
- TBA
- PPN avtur
- biaya bandara
- tiket domestik