JAKARTA. Dengan luas wilayah laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi, pengawasan laut menjadi hal yang mustahil ditinggalkan. Meskipun begitu, untuk meningkatkan pengawasan pun bukanlah perkara mudah, utamanya terkait anggaran. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Asep Burhanudin mengatakan, dari 27 kapal patroli yang beroperasi selama tahun 2014 lalu, biaya operasional hanya untuk bahan bakar minyak (BBM) saja sudah mencapai Rp 90 miliar, untuk 66 hari layar. “Katakanlah kapal KKP beroperasi lima hari. BBM nonsubsidinya menghabiskan Rp 700 juta per minggu. Belum lagi ditambah katakan uang makan, jadi Rp 800 juta. Biaya operasi TNI-ALI itu lebih mahal lagi. Tapi seperti kata Ibu Susi (Menteri KKP) kalau untuk kedaulatan itu tidak ada harganya,” kata Asep dalam paparan, Senin (12/1/2015).
Biaya operasional patroli laut sangat mahal
JAKARTA. Dengan luas wilayah laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi, pengawasan laut menjadi hal yang mustahil ditinggalkan. Meskipun begitu, untuk meningkatkan pengawasan pun bukanlah perkara mudah, utamanya terkait anggaran. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Asep Burhanudin mengatakan, dari 27 kapal patroli yang beroperasi selama tahun 2014 lalu, biaya operasional hanya untuk bahan bakar minyak (BBM) saja sudah mencapai Rp 90 miliar, untuk 66 hari layar. “Katakanlah kapal KKP beroperasi lima hari. BBM nonsubsidinya menghabiskan Rp 700 juta per minggu. Belum lagi ditambah katakan uang makan, jadi Rp 800 juta. Biaya operasi TNI-ALI itu lebih mahal lagi. Tapi seperti kata Ibu Susi (Menteri KKP) kalau untuk kedaulatan itu tidak ada harganya,” kata Asep dalam paparan, Senin (12/1/2015).