JAKARTA. Sekiranya pemerintah bisa menurunkan berbagai biaya perizinan di bidang properti, bisa jadi harga properti bisa lebih murah, termasuk harga rumah sederhana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, biaya perizinan tersebut ternyata sangat besar. “Biaya perijinan rumah sederhana saja bisa mencapai 15%-20% dari total biaya pembangunan rumah,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI). Wajar saja jika selama ini urusan perizinan menjadi momok bagi para pengembang. Sudahlah biayanya mahal, proses pengurusannya pun sering kali berbelit-belit dan makan waktu. Komisaris Wika Realty Muhammad Nawir menguraikan, biaya perizinan properti bisa berbeda-beda di setiap daerah. Untuk proyek properti di kota besar seperti Jakarta, biaya perizinan bisa mencapai 20% dari total biaya pembangunan rumah. Namun untuk proyek di daerah, biaya perizinannya bisa hanya 10% dari total biaya, bahkan kurang. "Kalau di daerah, biaya perizinan rata-rata antara 5% sampai 10%", kata Nawir, Jumat (25/3)
Biaya perizinan bebani harga rumah
JAKARTA. Sekiranya pemerintah bisa menurunkan berbagai biaya perizinan di bidang properti, bisa jadi harga properti bisa lebih murah, termasuk harga rumah sederhana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, biaya perizinan tersebut ternyata sangat besar. “Biaya perijinan rumah sederhana saja bisa mencapai 15%-20% dari total biaya pembangunan rumah,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI). Wajar saja jika selama ini urusan perizinan menjadi momok bagi para pengembang. Sudahlah biayanya mahal, proses pengurusannya pun sering kali berbelit-belit dan makan waktu. Komisaris Wika Realty Muhammad Nawir menguraikan, biaya perizinan properti bisa berbeda-beda di setiap daerah. Untuk proyek properti di kota besar seperti Jakarta, biaya perizinan bisa mencapai 20% dari total biaya pembangunan rumah. Namun untuk proyek di daerah, biaya perizinannya bisa hanya 10% dari total biaya, bahkan kurang. "Kalau di daerah, biaya perizinan rata-rata antara 5% sampai 10%", kata Nawir, Jumat (25/3)