KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PTĀ Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat lonjakan beban pencadanganĀ 205,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 6,1 triliun dari Rp 2,02 triliun di 2024. Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menilai, kenaikan biaya pencadangan sebagai strategi kehati-hatian guna memperkuat ketahanan neraca di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang. "BTN sebetulnya telah menunjukkan perbaikan kualitas portofolio kredit. Hal ini tercermin dari tren penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) serta indikator risiko yang semakin membaik. Namun, BTN tetap memilih meningkatkan provisi sebagai langkah antisipatif," kata Setiyo kepada kontan.co.id, Jumat (13/2).
Biaya Provisi Melonjak, BTN Perkuat Coverage Ratio dan Manajemen Risiko
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PTĀ Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat lonjakan beban pencadanganĀ 205,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 6,1 triliun dari Rp 2,02 triliun di 2024. Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menilai, kenaikan biaya pencadangan sebagai strategi kehati-hatian guna memperkuat ketahanan neraca di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang. "BTN sebetulnya telah menunjukkan perbaikan kualitas portofolio kredit. Hal ini tercermin dari tren penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) serta indikator risiko yang semakin membaik. Namun, BTN tetap memilih meningkatkan provisi sebagai langkah antisipatif," kata Setiyo kepada kontan.co.id, Jumat (13/2).
TAG: