Biaya tidak kompetitif, Indo Tambangraya Megah (ITMG) tinggalkan pasar Eropa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada separuh pertama 2019, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG, anggota indeks Kompas100) mencatat pertumbuhan pendapatan hingga double digit.

Melansir dari laporan keuangan ITMG per 30 Juni 2019, emiten tambang batubara ini meraup pendapatan US$ 892,70 juta, naik 10,36% ketimbang semester pertama tahun lalu yang mencapai US$ 808,90 juta.

Baca Juga: Kisah IPO Semen Indonesia (SMGR), BUMN Pertama di Bursa Efek


Kenaikan penjualan terjadi di pos penjualan batubara dan bahan bakar. Penjualan batubara naik 8,71% menjadi US$ 844,51 juta dari sebelumnya US$ 776,87 juta.

Sementara penjualan bahan bakar kepada pihak ketiga melesat 59,2% menjadi US$ 46,1 juta.

Berdasarkan penjualan berdasarkan segmen geografis, penjualan ke Asia Tenggara (kecuali Indonesia), India, dan Pakistan turun 7,85% menjadi US$ 366,48 juta. Sementara penjualan ke Taiwan, Cina, Hong Kong, dan Korea naik 30,66% menjadi US$ 224,87 juta.

Baca Juga: Saham SIDO mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, ini rekomendasi analis

Uniknya, semester ini ITMG tidak mencatatkan penjualan ke region Eropa. Padahal, di semester sebelumnya nilai pendapatan ITMG terhadap penjualan di region Eropa mencapai US$ 21,14 juta.

Penghentian penjualan batubara ke region Eropa disebabkan oleh pasar batubara Eropa yang tidak kompetitif. "Hal ini mengingat jarak yang terlalu jauh sehingga membebani logistik," jelas Yulius Gozali selaku Direktur Hubungan Investor ITMG kepada Kontan.co.id, Jumat (16/8).

Lebih lanjut, saat ini ITMG fokus pada pertumbuhan baik organik maupun anorganik. Di samping itu, ITMG juga mulai melirik untuk memasuki bisnis rantai nilai energi. "Mulai dari hulu ke hilir guna menambah marjin dan pendapatan," lanjut Yulius.

Baca Juga: Penerbitan surat utang PT Timah (TINS) meleset dari target

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi