JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I kembali menambah alat bongkar muat baru berupa dua unit Container Crane (CC) dengan kapasitas 40 ton di Belawan International Container Terminal (BICT), Medan. Alat tersebut merupakan buatan Shanghai Zhenhua Heavy Industries Co., Ltd (ZPMC) Cina, yang menghabiskan dana investasi sebesar Rp 128 milyar lebih. Diharapkan, penambahan peralatan itu bisa mempercepat layanan bongkar muat peti kemas di BICT.Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo I, mengatakan, penambahan peralatan akan mampu mempersingkat Waktu tunggu kapal (waiting time) dan waktu tambat kapal di dermaga (berthing time) di pelabuhan. Dengan demikian, dapat meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat dan level of service di BICT. “Hal itu akan mendorong performa kinerja pelabuhan secara keseluruhan,” kata Harry dalam siaran persnya, Senin (20/6)Syamsul Bachri Kautjil, General Manager BICT, menjelaskan, peralatan yang baru itu akan ditempatkan di dermaga internasional. Itu akan memperbanyak jumlah CC menjadi delapan unit. Selain itu, di dermaga itu juga terdapat enam unit Harbour Mobile Crane (HMC). "Penambahan alat akan menambah produktivitas atau kecepatan bongkar muat di BICT sebesar 20%-30%,” terang Syamsul.Catatan saja, panjang dermaga BICT mencapai 850 meter. Untuk dermaga internasional sendiri hanya 500 meter dan hanya mampu disandari dua kapal Second Generation. Selain menambah peralatan, Pelindo I juga sedang melakukan perpanjangan dermaga internasional 100 meter pada tahap pertama. Selanjutnya, panjang dermaga akan ditambah lagi 350 meter pada tahun 2012. Taufik Fadillah, Humas Pelindo I, bilang, BICT berperan penting bagi Pelindo I. Selama ini, BICT menyumbang sekitar 80% dari laba Pelindo I. “BICT menjadi salah satu fokus pengembangan Pelindo I,” kata Taufik.Tidak mengherankan, selama ini peralatan di BICT terus ditambah. Sebelumnya Pelindo I telah menambah dua unit kapal pandu cepat (KPC) dengan daya mesin masing-masing 503 tenaga kuda/horse power (HP) dan kecepatan 30 Knots dengan nilai investasi 14 Milyar. Selain itu juga penambahan tiga unit HMC Liebherr Jerman senilai US$ 14 juta (Rp 126 milyar) dan lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) buatan Konecranes Finlandia senilai hampir US$ 10 juta atau sekitar Rp 90 milyar, serta kapal tunda dengan nilai investasi lebih dari Rp 41,6 miliar. Khusus BICT sendiri, total pengadaan alat baru pendukung bongkar muat antara lain sebanyak dua unit CC, kapasitas 35 ton, lima unit RTG kapsitas 35 ton, dan dua unit HMC kapasitas 35 ton. Mereka juga menambah satu unit Side Loader kapasitas 15 ton, 38 unit Head Truck kapasitas 35 ton, serta 3 unit Reachstacker kapasitas 40 ton.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
BICT tambah alat bongkar muat senilai Rp 128 miliar
JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I kembali menambah alat bongkar muat baru berupa dua unit Container Crane (CC) dengan kapasitas 40 ton di Belawan International Container Terminal (BICT), Medan. Alat tersebut merupakan buatan Shanghai Zhenhua Heavy Industries Co., Ltd (ZPMC) Cina, yang menghabiskan dana investasi sebesar Rp 128 milyar lebih. Diharapkan, penambahan peralatan itu bisa mempercepat layanan bongkar muat peti kemas di BICT.Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo I, mengatakan, penambahan peralatan akan mampu mempersingkat Waktu tunggu kapal (waiting time) dan waktu tambat kapal di dermaga (berthing time) di pelabuhan. Dengan demikian, dapat meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat dan level of service di BICT. “Hal itu akan mendorong performa kinerja pelabuhan secara keseluruhan,” kata Harry dalam siaran persnya, Senin (20/6)Syamsul Bachri Kautjil, General Manager BICT, menjelaskan, peralatan yang baru itu akan ditempatkan di dermaga internasional. Itu akan memperbanyak jumlah CC menjadi delapan unit. Selain itu, di dermaga itu juga terdapat enam unit Harbour Mobile Crane (HMC). "Penambahan alat akan menambah produktivitas atau kecepatan bongkar muat di BICT sebesar 20%-30%,” terang Syamsul.Catatan saja, panjang dermaga BICT mencapai 850 meter. Untuk dermaga internasional sendiri hanya 500 meter dan hanya mampu disandari dua kapal Second Generation. Selain menambah peralatan, Pelindo I juga sedang melakukan perpanjangan dermaga internasional 100 meter pada tahap pertama. Selanjutnya, panjang dermaga akan ditambah lagi 350 meter pada tahun 2012. Taufik Fadillah, Humas Pelindo I, bilang, BICT berperan penting bagi Pelindo I. Selama ini, BICT menyumbang sekitar 80% dari laba Pelindo I. “BICT menjadi salah satu fokus pengembangan Pelindo I,” kata Taufik.Tidak mengherankan, selama ini peralatan di BICT terus ditambah. Sebelumnya Pelindo I telah menambah dua unit kapal pandu cepat (KPC) dengan daya mesin masing-masing 503 tenaga kuda/horse power (HP) dan kecepatan 30 Knots dengan nilai investasi 14 Milyar. Selain itu juga penambahan tiga unit HMC Liebherr Jerman senilai US$ 14 juta (Rp 126 milyar) dan lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) buatan Konecranes Finlandia senilai hampir US$ 10 juta atau sekitar Rp 90 milyar, serta kapal tunda dengan nilai investasi lebih dari Rp 41,6 miliar. Khusus BICT sendiri, total pengadaan alat baru pendukung bongkar muat antara lain sebanyak dua unit CC, kapasitas 35 ton, lima unit RTG kapsitas 35 ton, dan dua unit HMC kapasitas 35 ton. Mereka juga menambah satu unit Side Loader kapasitas 15 ton, 38 unit Head Truck kapasitas 35 ton, serta 3 unit Reachstacker kapasitas 40 ton.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News