Bidik Bisnis Kesehatan, LLV dan Spiral Ventures Investasi di Bumame dan TWO Inc



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Living Lab Ventures (LLV) bersama Spiral Ventures sebagai co-general partner bidik bisnis di bidang healthcare dan wellness melalui investasi pada Bumame dan TWO Inc.

Investasi tersebut dilakukan LLV dan Spiral Ventures melalui program Japan Thematic Fund (JTF). Program ini menjadi bagian dari upaya JTF mendorong inovasi lintas negara antara Jepang dan Indonesia, khususnya dalam memperkuat ekosistem healthcare dan wellness.

Langkah ini juga dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan wellness di Asia Tenggara. World Health Organization (WHO) memproyeksikan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di kawasan tersebut hampir berlipat ganda, dari 11,3% pada 2024 menjadi 20,9% pada 2050.


Baca Juga: SMBC Indonesia Gandeng ADB Perkuat Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok

Oleh karena itu, program ini juga diharapkan bisa membuka peluang bagi perusahaan portofolio untuk memperluas jaringan, menjalin kerja sama, dan mengembangkan pasar di Indonesia maupun Asia Tenggara.

"JTF dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia melalui kemitraan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi kedua negara," ujar Partner Living Lab Ventures sekaligus Executive Manager Japan Thematic Fund, Bayu Seto dalam keterangan resmi, kamis (27/8/26).

Menurut Bayu, investasi pada Bumame dan TWO Inc. tidak hanya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan kedua perusahaan saja, melainkan untuk mendorong pertukaran teknologi, keahlian, dan jaringan guna mengembangkan layanan kesehatan yang lebih preventif, personal, dan terintegrasi.

Adapun background Bumame merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan terintegrasi. Layanannya mencakup diagnostik, laboratorium klinik, medical check-up, home healthcare, solusi kesehatan digital, hingga program preventive healthcare.

Sementara itu, TWO Inc. merupakan perusahaan asal Jepang di balik merek 2foods yang mengembangkan produk pangan fungsional dengan mengandalkan ilmu nutrisi, riset konsumen, dan inovasi produk.

CEO Bumame James Andrew Wihardja menyebut investasi JTF akan digunakan untuk memperluas layanan kesehatan yang dikembangkan perusahaan, termasuk meningkatkan kapasitas serta mengembangkan solusi yang lebih terintegrasi dan mudah diakses.

Baca Juga: CIMB Niaga Bidik Investor Muda, Siapkan Ekosistem Investasi Terintegrasi

Di sisi lain, CEO Tokyo's 2foods Yoshikazu Azuma mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik bagi TWO Inc. seiring dengan perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Melalui investasi tersebut, TWO Inc. berencana membawa pengalaman dan pendekatan yang telah dikembangkan di Jepang ke pasar Indonesia sekaligus mempelajari kebutuhan konsumen lokal.

Ke depan, JTF menargetkan pengembangan kolaborasi lintas negara yang menghubungkan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Asia Tenggara. JTF juga menjadi bagian dari upaya LLV memperkuat ekosistem inovasi digital dan pengembangan kota pintar di BSD City.

Selain itu, investasi tersebut dikaitkan dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten atau D-HUB SEZ di BSD City yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News