Bidik Dana Kelolaan Rp 1 Triliun, Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksadana Syariah Mandiri ETF Emas dengan ticker: “XMES” yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026).

XMES menjadi salah satu dari lima ETF emas yang resmi tercatat di BEI.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan kehadiran XMES merupakan bagian dari langkah Mandiri Investasi untuk menangkap perubahan preferensi investor sekaligus memperluas pilihan instrumen investasi berbasis aset riil di pasar modal.


“Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini,” ujar Hardiyanto dalam keterangan resminya, Selasa (11/08/2026).

Baca Juga: BEI Targetkan Lima Manajer Investasi Garap ETF Emas Tahap Awal

XMES hadir di tengah meningkatnya minat terhadap investasi emas dan berkembangnya pasar modal Indonesia, memberikan alternatif bagi investor untuk menjadikan emas sebagai bagian dari portofolio tanpa perlu membeli dan menyimpan fisiknya secara langsung. 

Melalui unit XMES yang diperdagangkan di BEI, investor dapat berinvestasi pada reksadana yang menggunakan emas fisik sebagai aset dasar dan dikelola sesuai prinsip syariah.

XMES menggunakan emas fisik sebagai underlying asset, dengan tingkat kemurnian minimum 99,9% untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5% untuk emas berstandar internasional LBMA Certified. 

Dari total NAB, minimum 95% ditempatkan pada emas fisik, sementara porsi maksimal 5% dialokasikan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas dan setara kas sesuai ketentuan yang berlaku. 

Pengelolaan XMES turut melibatkan Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, serta PT Pegadaian sebagai Penyedia Emas dan Penyimpan Emas.

Hardiyanto mencatat, berdasarkan kajian Mandiri Investasi per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Indo Premier Siap Luncurkan ETF Emas, Bidik Dana Kelolaan Rp 100 Miliar

Di sisi lain, permintaan investasi emas global meningkat 84% menjadi 2.175 ton pada 2025, sementara produksi tambang tumbuh kurang dari 1% per tahun dalam satu dekade terakhir.

Direktur Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R. Salimsyah, CFA menilai kombinasi antara pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” jelas Ernawan.

Mulai hari ini, unit XMES akan diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme seperti perdagangan saham, sehingga investor dapat melakukan transaksi melalui bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan fisik emas secara langsung. XMES juga diterbitkan dan dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Baca Juga: Lima ETF Emas Kompak Menguat pada Perdagangan Perdana

Dalam jangka panjang, Mandiri Investasi menargetkan Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan XMES mencapai Rp 1 triliun.

Ernawan mengatakan target tersebut akan dibangun seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan berkembangnya ekosistem pasar emas di Indonesia.

“Bagi kami, keberhasilan XMES bukan hanya diukur dari besarnya dana kelolaan,tetapi juga ketika semakin banyak investor memiliki akses dan pemahaman yang lebih baik mengenai peran emas dalam portofolio mereka,” tutup Ernawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News