KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah persaingan likuiditas yang kian ketat di industri perbankan, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memasang target ambisius untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 40% tahun 2026 ini. Target ini jauh di atas rata-rata industri dan menjadi kunci untuk menopang ekspansi pembiayaan. Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, strategi utama meningkatkan pertumbuhan pendanaan pada dana murah atau current account and saving account (CASA). “Kami membidik nasabah loyal dari nasabah existing yang telah lama menjadi nasabah Bank Muamalat,” kata Imam kemarin. Dalam kondisi pasar bergejolak, lanjut Imam rasio CASA Bank Muamalat mengklaim masih mampu bertahan di kisaran 50%, atau rata-rata di atas 50%. Pada September 2025 lalu, nilai penghimpunan dana murah sebesar Rp 22,12 triliun, dengan nilai simpanan deposito Rp 21,76 triliun.
Bidik DPK Tumbuh 40% di 2026, Bank Muamalat Andalkan CASA dan Transaksi Digital
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah persaingan likuiditas yang kian ketat di industri perbankan, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memasang target ambisius untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 40% tahun 2026 ini. Target ini jauh di atas rata-rata industri dan menjadi kunci untuk menopang ekspansi pembiayaan. Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, strategi utama meningkatkan pertumbuhan pendanaan pada dana murah atau current account and saving account (CASA). “Kami membidik nasabah loyal dari nasabah existing yang telah lama menjadi nasabah Bank Muamalat,” kata Imam kemarin. Dalam kondisi pasar bergejolak, lanjut Imam rasio CASA Bank Muamalat mengklaim masih mampu bertahan di kisaran 50%, atau rata-rata di atas 50%. Pada September 2025 lalu, nilai penghimpunan dana murah sebesar Rp 22,12 triliun, dengan nilai simpanan deposito Rp 21,76 triliun.