Bidik Pasar Ekspor, PTPN I Mendorong Hilirisasi Kopi Ijen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pengelolaan perkebunan kopi tidak lagi hanya bertumpu pada produksi biji kopi, tapi juga pada efisiensi operasional dan pengembangan produk bernilai tambah.

Maka, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mendorong transformasi pengelolaan kopi Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Caranya optimalisasi aset, digitalisasi operasional, dan penguatan hilirisasi.

Langkah tersebut untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperluas peluang bisnis kopi Ijen di pasar domestik dan ekspor.


Salah satu kebon kopi PTPN I adalah Afdeling Plalangan. Kebun tersebut dikelola melalui kerja sama operasional (KSO) Java Coffee Estate.

“Aset harus kita amankan, produktivitas harus kita tingkatkan, dan setiap potensi kebun harus kita dorong menjadi nilai tambah. Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku, tetapi harus bergerak menuju hilirisasi dan membangun daya saing yang lebih kuat,” tegas Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, akhir pekan lalu. 

Baca Juga: HGBT Tak Optimal, Industri Masih Kekurangan Pasokan Gas

Rivai menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan pengawasan perkebunan. PTPN I berencana mengoptimalkan teknologi internet of things (IoT), pemantauan satelit, dan sistem digital terintegrasi untuk mendukung pengelolaan aset serta pengambilan keputusan berbasis data.

Selain peningkatan produktivitas di sektor hulu, PTPN I juga melihat peluang pengembangan produk kopi bernilai tambah di kawasan Ijen Geopark. Salah satu potensi diversifikasi produk, termasuk kopi siap minum alias ready to drink, untuk memperluas pasar sekaligus membuka peluang investasi dan ekspor.

“Ijen memiliki potensi yang perlu dikembangkan secara serius dan terintegrasi, mulai dari kebun, kualitas produk, hilirisasi, hingga pemasaran,” ujar Rivai.

PTPN I menargetkan integrasi peningkatan produktivitas, transformasi digital, dan hilirisasi dapat mendorong kopi Ijen menjadi bisnis perkebunan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan aset dan memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News