Bidik Pasar Korporasi, Waterpro Kejar Pertumbuhan 30% di Kuartal II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan air bersih berkualitas di sektor bisnis terus meningkat, terutama di industri food & beverage (F&B) dan perkantoran yang sangat bergantung pada standar higienitas dan konsistensi produk. Tren ini mendorong penyedia solusi filtrasi air semakin agresif membidik pasar korporasi.

Menangkap peluang tersebut, Waterpro berekspansi ke segmen bisnis melalui relaunching Waterpro CT RO. Langkah ini sekaligus didukung dengan pengenalan skema layanan rental dan maintenance terpadu yang dirancang khusus bagi pelaku usaha.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan  mengejar target pertumbuhan penjualan sebesar 30% pada kuartal II 2026, dengan mendorong penetrasi di sektor komersial.


Berbeda dari sistem filtrasi konvensional, dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) 4 tahap yang compact, pengguna dapat langsung menikmati air minum higienis tanpa perlu instalasi teknisi—cukup mengisi tangki air baku secara mandiri.

Manager Sales & Marketing Waterpro, L. Cipto, mengatakan inovasi ini menjadi solusi bagi kebutuhan air berkualitas, baik untuk individu maupun pelaku usaha dengan mobilitas tinggi.

Baca Juga: Penjualan Air Bersih Nusantara Infrastructure Rp 79,98 miliar per September 2025

"Dengan fitur seperti indikator pemantauan total dissolved solids (TDS) dan pengaturan suhu presisi, kami optimistis produk ini akan menjadi motor utama dalam mencapai target kenaikan penjualan sebesar 30% di kuartal kedua tahun ini,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (13/4), 

Untuk memperkuat penetrasi di pasar perusahaan, Waterpro menawarkan sistem rental dan maintenance. Skema ini menyasar sektor bisnis seperti industri F&B dan perkantoran yang membutuhkan kualitas air stabil tanpa harus mengeluarkan investasi awal besar.

Melalui skema rental, pelaku usaha dapat mengalihkan belanja modal menjadi biaya operasional yang lebih fleksibel. Layanan ini juga dilengkapi pemeliharaan berkala untuk memastikan performa mesin tetap optimal.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News