KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (
TOWR) melihat peluang ekspansi bisnis dari pengembangan
Fixed Wireless Access (FWA) dan pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi. CEO SMN Group, Aming Santoso, memperkirakan kedua inisiatif tersebut dapat meningkatkan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi, terutama menara dan jaringan kabel optik yang menjadi dua lini bisnis utama perseroan. “Peluang tersebut menjadi ruang bagi TOWR untuk memperluas pemanfaatan aset sekaligus menangkap pertumbuhan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia,” jelasnya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Surge (WIFI) Bidik 9.800 Site FWA pada 2027, Incar Monetisasi Ekspansi Jaringan Hingga Juni 2026, TOWR memiliki 36.892 menara dan jaringan fiber sepanjang 182.559 kilometer. Selain ekspansi menara dan fiber, TOWR terus meningkatkan utilisasi aset yang sudah dimiliki. Sementara itu iumlah
tenant TOWR meningkat menjadi 61.038 dengan tenancy ratio 1,65 kali. Di sisi lain, jaringan fiber tumbuh 6,8% menjadi 182.559 kilometer sampai dengan Juni 2026. Pada bisnis FTTH, jumlah
homepass mencapai 1,86 juta, sementara pelanggan berbayar (home paid) melonjak 77,9% menjadi 376.641 pelanggan. Aktivasi layanan konektivitas juga meningkat 48,9% menjadi 28.153 aktivasi. “Kami selalu berupaya untuk memaksimalkan nilai dari portofolio infrastruktur TOWR melalui peningkatan pemanfaatan aset dan keunggulan operasional serta tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan modal,” jelas Aming.
Baca Juga: Kinerja Emiten Menara Tak Lagi Seragam, Cermati Saham Pilihan Analis Di sisi pendanaan, kata Aming, TOWR memiliki visibilitas arus kas yang ditopang kontrak sewa jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan. Nilai pendapatan kontraktual jangka panjang TOWR mencapai lebih dari Rp 100 triliun hingga 2045. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News