KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jababeka Tbk (
KIJA) merespons positif terkait target pertumbuhan investasi pemerintah pada tahun 2027. Asal tahu saja, pemerintah mengandalkan lonjakan investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Tahun depan, investasi ditargetkan mencapai Rp 2.900 triliun. Sementara, realisasi investasi Indonesia per semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, atau tumbuh 7,2% secara tahunan alias
year on year (YoY).
Sekretaris Perusahaan KIJA, Mulyadi Suganda mengatakan, perseroan melihat target investasi tersebut sebagai peluang positif bagi pengembangan sektor kawasan industri di Indonesia.
Baca Juga: Bidik Dana Kelolaan Rp 1 Triliun, Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES Untuk menangkap peluang tersebut, KIJA akan terus memperkuat pengembangan kawasan industri di Cikarang dan Kendal, serta memastikan ketersediaan lahan dan infrastruktur yang memadai untuk memenuhi kebutuhan investor. Kendal Industrial Park diakui memiliki potensi pertumbuhan yang besar, didukung oleh minat investor yang kuat, khususnya dari sektor manufaktur. “Kami juga melihat peluang dari berkembangnya industri berorientasi teknologi, seperti data center, semikonduktor, dan industri berbasis kecerdasan buatan (AI), serta industri hijau,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Mulyadi, dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi dan ketersediaan land bank, KIJA berada pada posisi yang baik untuk mengakomodasi kebutuhan investasi baru. “Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi kawasan industri yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusi perseroan terhadap pertumbuhan investasi nasional,” paparnya.
Baca Juga: Diisukan Beli Saham Aplikator Ojol, Danantara Masih Evaluasi Peluang Investasi Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, KIJA mengambilalih perusahaan kawasan industri di Kendal, Jawa Tengah. Transaksi pengambilalihan yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026 itu dilakukan oleh anak usaha KIJA, PT Indocargomas Persada (IP). IP merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan, baik langsung maupun tidak langsung sebesar 100%.
IP membeli dan mengambilalih sebanyak 340.863.090 saham PT Kawasan Industri Seafer (KIS) dengan harga pembelian sebesar Rp 340.863.090.000 yang mewakili 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor KIS sebanyak 668.359.000 saham.
Baca Juga: Brigit Biofarmaka (OBAT) Investasi Rp 4,9 Miliar untuk Kembangkan Ekosistem AI Transaksi ini memberikan KIJA, melalui IP, akses terhadap land bank KIS dengan luas sekitar 500,24 hektar yang berlokasi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, serta memberikan peluang untuk pengembangan dan optimalisasi kawasan industri tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News