Bidik Valuasi setara 5 Kali Lipat APBN RI, OpenAI Resmi Mendaftar IPO di AS



KONTAN.CO.ID - OpenAI resmi mengajukan dokumen penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) secara rahasia di Amerika Serikat, Reuters melaporkan pada Senin (8/6) malam waktu setempat.

Pengajuan IPO OpenAI dilakukan hanya beberapa jam setelah rival utamanya, Anthropic, juga mengumumkan langkah serupa.

Meski belum mengungkap jumlah saham yang akan dilepas maupun jadwal resmi pencatatan, Reuters melaporkan OpenAI menargetkan valuasi hingga US$1 triliun atau sekitar Rp18.140 triliun.


Baca Juga: China Kian Ketat Awasi Investasi Offshore, Apa Dampaknya bagi Investor?

Bisa Jadi Salah Satu IPO Terbesar dalam Sejarah

Jika target valuasi tersebut tercapai, OpenAI akan masuk jajaran perusahaan teknologi dengan nilai pasar terbesar saat debut di bursa.

IPO ini juga berpotensi mengikuti jejak SpaceX yang sebelumnya mengajukan penawaran saham dengan target valuasi mencapai US$1,75 triliun atau sekitar Rp31.745 triliun.

Dengan demikian, pasar berpotensi menyaksikan kemunculan beberapa perusahaan bernilai lebih dari US$1 triliun dalam waktu yang relatif berdekatan.

OpenAI sendiri menyatakan belum menentukan jadwal IPO. Perusahaan menilai masih ada sejumlah hal yang lebih mudah dilakukan saat berstatus perusahaan privat.

Baca Juga: Sebelum Beli Bitcoin, Investor Perlu Tahu Ancaman dari Booming Saham AI

Head-to-Head dengan Anthropic

Meski masih menjadi pemimpin industri AI generatif, posisi OpenAI kini mendapat tekanan dari berbagai pesaing, terutama Anthropic.

Perusahaan pengembang Claude AI itu baru saja meraih pendanaan baru yang mendorong valuasinya mencapai US$965 miliar atau sekitar Rp17.505 triliun.

Claude semakin populer di kalangan pengembang perangkat lunak berkat kemampuannya dalam membantu pemrograman dan analisis kode.

Kondisi ini membuat persaingan di industri AI semakin ketat seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor tersebut.

Di sisi lain, sejumlah bankir investasi memperingatkan bahwa IPO OpenAI dan Anthropic berpotensi menyerap sebagian besar dana investor, sehingga dapat mengurangi minat terhadap perusahaan yang lebih kecil.

Baca Juga: Mengapa Investor China Tak Bisa Mengakses Dokumen IPO SpaceX?

Era Baru IPO Raksasa AI

Masuknya OpenAI dan Anthropic ke pasar saham dipandang sebagai tonggak penting bagi industri teknologi global.

Setelah bertahun-tahun menjadi perusahaan privat dengan valuasi ratusan miliar dolar, kedua perusahaan kini bersiap membuka akses investasi yang lebih luas bagi publik.

Bagi investor, IPO OpenAI akan menjadi ujian besar terhadap seberapa kuat keyakinan pasar terhadap masa depan industri AI.

Sementara bagi Wall Street, debut perusahaan pembuat ChatGPT itu berpotensi menjadi salah satu peristiwa pasar modal terbesar dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: Sebelum IPO Anthropic, Investor Perlu Tahu Hubungannya dengan Pemerintah AS