KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Harga saham bank-bank berkapitalisasi pasar jumbo alias big banks kompak anjlok seiring lesunya pasar modal Indonesia. Bahkan di akhir sesi pertama, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kena auto rejection bawah (ARB). Seperti diketahui, BEI memberlakukan aturan batas ARB baru, dari 15% menjadi 7%, mulai perdagangan hari ini (19/10/2026). Pada sesi ini, saham BBCA turun paling dalam yakni sebesar 6,86% menjadi Rp 4.820, tak bergerak dari harga pembukaannya. Ini memperdalam penurunan harganya secara kumulatif sejak awal tahun, yakni mencapai 40,31%.
Baca Juga: Trimegah Sekuritas (TRIM) Telah Melunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 100 Miliar Menyusul, saham BBRI yang juga cetak ARB setelah anjlok 6,82% menjadi Rp 2.460 di akhir sesi pertama. Pada pembukaan, saham BRI sempat melemah di posisi harga Rp 2.520. Secara kumulatif sejak awal tahun, saham BBRI sudah terkoreksi 32,79%. Adapun saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (
BBNI) susut 3,7% ke harga Rp 2.860, tak jauh dari harga pembukaannya di Rp 2.890. Sejak awal tahun, saham BBNI sudah turun harga 34,55%. Terakhir, saham PT Bank Mandiri Tbk (
BMRI) turun 2,65% ke posisi Rp 3.300 di sesi pertama. BMRI dibuka di harga Rp 3.230. Sejak awal tahun, saham BMRI susut 35,29%. Penurunan harga big banks ini tak lepas dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) sebesar 5,05% dalam sehari menjadi 4.923. Seiring itu, di sesi pertama perdagangan ini Stockbit mencatat net sell dana asing hingga Rp 1,05 triliun. Dari total itu, BBCA menjadi emiten dengan catatan net sell terbesar yakni mencapai Rp 670,83 miliar, menyusul BBRI sebesar Rp 515,17 miliar.
Di lain sisi, BBNI dan BMRI justru masih mencatatkan net buy asing masing-masing sebesar Rp 55,82 miliar dan Rp 8,61 miliar. Pasar modal domestik saat ini masih dibayangi sentimen MSCI. Pada Jumat (16/10/2026) lalu, penyedia indeks global itu mengumumkan sedang mengkaji opsi penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News