JAKARTA. Usulan pemerintah untuk menambah kuota BBM bersubsidi sebesar 500.000 hingga 1 juta kiloliter (kl) masih dibahas di internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam waktu dekat, Kementerian ESDM akan menyampaikan usulan tersebut ke Kementerian Keuangan. "Usul ini sudah mulai kami bicarakan, tetapi belum tuntas diskusinya," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo dalam pesan singkat yang diterima KONTAN, Kamis (8/12). Usulan Kementerian ESDM tersebut lebih kecil dari proyeksi Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati memperkirakan tambahan kuota BBM bersubsidi yang diperlukan pada tahun ini sebanyak 1,5 juta kilo liter sehingga menjadi 41,9 juta kiloliter. Padahal targetnya kuota BBM bersubsidi tahun ini cuma 40,4 juta kl.
Bila kuota bertambah 1,5 Juta kl, anggaran jebol Rp 4,5 triliun
JAKARTA. Usulan pemerintah untuk menambah kuota BBM bersubsidi sebesar 500.000 hingga 1 juta kiloliter (kl) masih dibahas di internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam waktu dekat, Kementerian ESDM akan menyampaikan usulan tersebut ke Kementerian Keuangan. "Usul ini sudah mulai kami bicarakan, tetapi belum tuntas diskusinya," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo dalam pesan singkat yang diterima KONTAN, Kamis (8/12). Usulan Kementerian ESDM tersebut lebih kecil dari proyeksi Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati memperkirakan tambahan kuota BBM bersubsidi yang diperlukan pada tahun ini sebanyak 1,5 juta kilo liter sehingga menjadi 41,9 juta kiloliter. Padahal targetnya kuota BBM bersubsidi tahun ini cuma 40,4 juta kl.