Bill Ackman Nilai Israel Berpeluang Jadi Salah Satu Ekonomi Terbaik Dunia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor terkemuka asal Amerika Serikat (AS) Bill Ackman menilai Israel memiliki potensi menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbaik di dunia.

Ia menyoroti kemampuan inovasi, prospek pertumbuhan ekonomi, inflasi yang rendah, serta ketahanan mata uang Israel di tengah tantangan geopolitik.

Pendiri sekaligus CEO Pershing Square Capital Management itu menyampaikan pandangannya dalam wawancara eksklusif dengan CNBC di Bursa Efek Tel Aviv, Kamis.


Ackman berada di Israel pekan ini untuk menghadiri konferensi inovasi di bidang kesehatan. Ia juga merupakan salah satu investor di bursa tersebut.

Baca Juga: Purbaya Klaim Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Tenang Hadapi Gejolak Global

“Saya pikir Israel merupakan salah satu ekonomi paling inovatif di dunia sekaligus salah satu yang terbaik,” ujar Ackman seperti dikutip dari vinnews.com, Jumat (23/10/2026).

Ia memperkirakan ekonomi Israel dapat tumbuh sekitar 7,5%. Selain prospek pertumbuhan tersebut, Ackman menilai inflasi yang rendah, mata uang yang kuat, serta tingkat utang pemerintah yang relatif rendah menjadi faktor pendukung perekonomian negara itu.

Ackman dan istrinya, Neri Oxman, membeli sekitar 5% saham Bursa Efek Tel Aviv beberapa bulan setelah serangan 7 Oktober 2023. Investasi tersebut telah memberikan imbal hasil sekitar sembilan kali lipat, menurut wawancara tersebut.

Ia menilai periode setelah serangan itu sebagai momentum untuk berinvestasi. Ackman mengaku memiliki keyakinan jangka panjang terhadap perekonomian Israel dan melihat gejolak pasar sebagai peluang bagi investor yang berorientasi jangka panjang.

Optimisme tersebut juga didukung oleh arus investasi asing langsung. Investasi asing langsung ke Israel meningkat 78% pada 2025 menjadi US$ 26,2 miliar, dari hampir US$ 15 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: AI Berkembang, Desainer Jadi Salah Satu Profesi Banyak Dicari di Industri Kreatif

Sementara itu, nilai pasar Bursa Efek Tel Aviv telah meningkat sekitar tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Ackman, peluang pertumbuhan selanjutnya terbuka melalui potensi masuknya saham Israel ke dalam indeks global, semakin banyak perusahaan rintisan yang melantai di bursa domestik, serta pencatatan saham ganda di bursa Amerika Serikat.

Ekosistem teknologi jadi kekuatan

Ackman menggambarkan Israel sebagai “Silicon Valley dalam skala negara”. Menurut dia, negara tersebut memiliki konsentrasi talenta dan kekayaan intelektual yang tinggi dibandingkan jumlah penduduknya.

Ia menilai jumlah penduduk Israel yang relatif kecil, yang sebelumnya dapat dianggap sebagai keterbatasan, justru berpotensi menjadi keunggulan pada era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pasalnya, negara dengan perekonomian lebih besar juga cenderung menghadapi beban fiskal yang lebih berat.

Perubahan pola pikir pengusaha turut menjadi faktor pendukung. Ackman melihat semakin banyak pengusaha Israel yang memilih mengembangkan perusahaan hingga mencapai skala besar, alih-alih menjualnya pada tahap awal.

Baca Juga: Asperindo Ungkap Pajak Jadi Salah Satu Penyebab Tingginya Biaya Logistik Nasional

Tren tersebut, menurut dia, membuka peluang bagi Israel untuk melahirkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1 triliun dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

Ekosistem teknologi Israel juga menarik perhatian perusahaan modal ventura global yang mulai membuka kantor di negara itu.