JAKARTA. Peran agen pada industri asuransi umum masih eksis. Lihat saja Asuransi Binagriya Upakara. Tahun ini, Binagriya akan mengerek kontribusi agen, dari sebelumnya 10% menjadi 20%. Peningkatan peran ini karena potensinya agen belum digarap secara maksimal. Direktur Teknik Binagriya Upakara, Dadang Sukresna, mengungkapkan masih banyak pasar yang belum digarap oleh agen, terutama di daerah-daerah. Untuk menyentuh daerah terpencil masih membutuhkan peran agen, karena jaringan perbankan masih kurang.Rencananya, manajemen akan merekrut 300 agen agen baru tahun ini. Saat ini, jumlah agen perusahaan asuransi milik Bank Tabungan Negara (BTN) ini mencapai 200 orang. Perekrutan akan dilakukan di seluruh Indonesia.Penambahan agen ini juga sesuai dengan keinginan Binagriya menambah 11 kantor cabang dan pemasaran. Daerah bidikan, Pulau Sumatera dan Jawa. Tahun ini, Binagariya memang akan lebih ekspansi guna meningkatkan kinerja keuangan. "Biaya agen dengan produksinya menjanjikan," terang pria, yang juga pengurus Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Dadang menambahkan, peran agen dalam industri asuransi umum masih cukup vital. Maklum, peran broker atau pialang kurang maksimal karena adanya perang tarif seperti pada produk asuransi properti.Di Binagriya, porsi produk non-captive atau pasar di luar BTN mencapai 40%. Nah, dari jumlah itu sebanyak 40% merupakan sumbangan pasukan agen. Tahun ini, Binagriya akan menyeimbangkan porsi non-captive dengan captive. Per Desember 2012, dari total premi Rp 83,5 miliar, semuanya berasal dari nasabah BTN. Sementara sampai April 2013, perolehan premi bruto Binagriya Rp 86 miliar dengan laba bersih Rp 7 miliar. Nilai tersebut sudah mencakup 50% dari target keuntungan Rp 14 miliar sampai akhir 2013. Sebesar 60% kontribusi premi masih berasal dari bisnis induk dan sisanya dikontribusi dari jalur keagenan, broker dan lainnya.Dadang berharap, kiprah agen akan terlihat pada akhir tahun dalam meningkatkan perolehan premi bruto dan laba usaha. Apalagi persaingan di segmen keagenan asuransi umum masih relatif mini, sebab asuransi masih senang menggunakan jasa broker.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Binagriya mengerek kontribusi agen 20%
JAKARTA. Peran agen pada industri asuransi umum masih eksis. Lihat saja Asuransi Binagriya Upakara. Tahun ini, Binagriya akan mengerek kontribusi agen, dari sebelumnya 10% menjadi 20%. Peningkatan peran ini karena potensinya agen belum digarap secara maksimal. Direktur Teknik Binagriya Upakara, Dadang Sukresna, mengungkapkan masih banyak pasar yang belum digarap oleh agen, terutama di daerah-daerah. Untuk menyentuh daerah terpencil masih membutuhkan peran agen, karena jaringan perbankan masih kurang.Rencananya, manajemen akan merekrut 300 agen agen baru tahun ini. Saat ini, jumlah agen perusahaan asuransi milik Bank Tabungan Negara (BTN) ini mencapai 200 orang. Perekrutan akan dilakukan di seluruh Indonesia.Penambahan agen ini juga sesuai dengan keinginan Binagriya menambah 11 kantor cabang dan pemasaran. Daerah bidikan, Pulau Sumatera dan Jawa. Tahun ini, Binagariya memang akan lebih ekspansi guna meningkatkan kinerja keuangan. "Biaya agen dengan produksinya menjanjikan," terang pria, yang juga pengurus Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Dadang menambahkan, peran agen dalam industri asuransi umum masih cukup vital. Maklum, peran broker atau pialang kurang maksimal karena adanya perang tarif seperti pada produk asuransi properti.Di Binagriya, porsi produk non-captive atau pasar di luar BTN mencapai 40%. Nah, dari jumlah itu sebanyak 40% merupakan sumbangan pasukan agen. Tahun ini, Binagriya akan menyeimbangkan porsi non-captive dengan captive. Per Desember 2012, dari total premi Rp 83,5 miliar, semuanya berasal dari nasabah BTN. Sementara sampai April 2013, perolehan premi bruto Binagriya Rp 86 miliar dengan laba bersih Rp 7 miliar. Nilai tersebut sudah mencakup 50% dari target keuntungan Rp 14 miliar sampai akhir 2013. Sebesar 60% kontribusi premi masih berasal dari bisnis induk dan sisanya dikontribusi dari jalur keagenan, broker dan lainnya.Dadang berharap, kiprah agen akan terlihat pada akhir tahun dalam meningkatkan perolehan premi bruto dan laba usaha. Apalagi persaingan di segmen keagenan asuransi umum masih relatif mini, sebab asuransi masih senang menggunakan jasa broker.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News