Binance.US Tunjuk CEO Baru, Siap Ekspansi Layanan Crypto di AS



KONTAN.CO.ID - Binance.US, afiliasi Amerika dari bursa kripto Binance, telah menunjuk pengacara kepatuhan Stephen Gregory sebagai CEO baru, seiring rencana perusahaan untuk kembali memperluas operasinya di AS.

Perusahaan mengumumkan pada Rabu (11/3/2026) dilansir dari laman Cointelegraph bahwa Gregory resmi menggantikan mantan CEO Norman Reed pada 9 Maret. Reed kini akan menjabat sebagai penasihat.

Baca Juga: Perang AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Biaya Logistik, Ekspor Beras India Melambat


Stephen Gregory sebelumnya menjabat CEO di bursa kripto Currency.com, serta pernah menjadi kepala kepatuhan dan penasihat hukum di CEX.IO dan petugas kepatuhan di Gemini.

“Saya merasa terhormat memimpin tim Binance.US saat kami menulis babak berikutnya untuk platform terbaik bagi investor kripto AS,” kata Gregory.

“Merek Binance.US sangat kuat, dengan pendiri Changpeng Zhao (CZ) yang terus mendorong agar AS menjadi pusat kripto dunia.”

Latar belakang hukum Binance.US

Binance.US pernah menghadapi masalah hukum selama beberapa tahun setelah digugat oleh Securities and Exchange Commission (SEC) pada 2023, terkait tuduhan tidak mendaftar sebagai bursa resmi, di antara tuduhan lainnya.

Namun, SEC menutup kasusnya terhadap Binance.US secara permanen pada Mei 2025, bagian dari beberapa tindakan penegakan yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Stok Fuel Oil di Singapura Naik 3 Minggu Berturut-turut, Permintaan Bunker Melambat

Rencana ekspansi layanan

Sekitar setahun lalu, Binance.US kembali membuka setoran dan penarikan dolar AS setelah sempat beroperasi hanya sebagai bursa kripto pasca-gugatan SEC.

Dalam setahun terakhir, perusahaan juga meluncurkan produk untuk memperluas penawaran rewards dan staking, serta program referral.

Pengumuman terbaru menyebut Binance.US berencana melanjutkan ekspansi produk staking kripto dan memperkenalkan layanan terkait decentralized finance (DeFi) dan aset tokenized.

Langkah ini mengikuti tren bursa kripto global lainnya yang mulai menawarkan produk di luar perdagangan, termasuk aset digital yang terkait dengan saham dan berbagai cara bagi pelanggan untuk mendapatkan imbal hasil.