KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bio Farma (Persero) memperkuat sinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) guna meningkatkan daya saing vaksin dan produk biologi nasional di pasar global. Langkah ini ditandai melalui audiensi strategis yang digelar di Kantor BPOM RI, Jakarta, pada 27 April 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya beserta jajaran masing-masing.
Baca Juga: Harga BBM 1 Mei 2026, Ini Daftar Lengkap Terbarunya Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan peran BPOM RI sebagai WHO Listed Authority (WLA), pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap sistem regulatori suatu negara yang telah memenuhi standar internasional. Status ini dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan global terhadap sistem pengawasan obat dan vaksin Indonesia. Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyampaikan bahwa pencapaian BPOM sebagai WLA menjadi modal strategis bagi industri nasional untuk menembus pasar global. “Pengakuan ini bukan hanya kebanggaan bagi regulator, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi industri untuk semakin dipercaya di pasar internasional,” ujar Shadiq dalam keterangan resminya Jumat (1/5/2026). Ia menegaskan, sinergi dengan BPOM menjadi kunci dalam memastikan produk vaksin dan biologi Indonesia memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat yang diakui secara global.
Baca Juga: Robot Canggih Asal China Jajal Pasar Indonesia Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kolaborasi dalam pengembangan dan pengawasan produk, sinergi proses registrasi dan sertifikasi, hingga peluang ekspansi industri life science Indonesia ke pasar internasional. Sebagai BUMN sektor life science dalam ekosistem Danantara, Bio Farma memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi industri kesehatan nasional. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas produksi, pengembangan portofolio produk, serta perluasan kerja sama global. Ke depan, Bio Farma menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BPOM dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing produk kesehatan nasional. Penguatan sistem regulatori melalui status WLA diharapkan dapat mempercepat proses registrasi produk Indonesia di negara tujuan ekspor. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika global yang mendorong negara-negara memperkuat kemandirian produksi vaksin.
Baca Juga: Summarecon Bandung Luncurkan Diamond Commercial, Produk Ruko Eksklusif Selain itu, Bio Farma juga terus mendorong diplomasi kesehatan melalui kerja sama dengan negara mitra di kawasan ASEAN, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan, termasuk melalui transfer teknologi dan penguatan kapasitas. Melalui sinergi antara regulator dan industri, Bio Farma optimistis produk vaksin dan biologi Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus berkontribusi pada ketahanan kesehatan dunia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News