Biofarma ungkap progres uji klinis vaksin sinovac



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Biofarma, Honesti Basyir, mengatakan, pihaknya akan memberikan data interim report uji klinis fase ketiga vaksin sinovac pada minggu pertama Januari 2021.

Basyir mengatakan, uji klinis fase ketiga vaksin sinovac di Bandung telah dimulai pada 11 Agustus 2020 lalu yang melibatkan sekitar 1.620 relawan. Hingga kini, semua relawan telah mendapatkan penyuntikan. Kemudian, sebanyak 1.603 relawan telah melakukan penyuntikan yang kedua.

“Proses uji klinis ini Alhamdulillah sampai hari ini belum ada kejadian-kejadian serius yang membuat uji klinis bisa dihentikan,” kata Basyir saat konferensi pers virtual, Kamis (19/11).


Basyir mengatakan, selama proses uji klinis pihaknya telah menggandeng pihak terkait seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Komite Nasional Pengkajian Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komnas KIPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Baca Juga: Penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech dapat dimulai sebelum Natal

Ia berharap uji klinis ini bisa memberikan hasil yang bagus dan memberikan harapan yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya pada saat vaksinasi akan dilakukan. Sebab, vaksin menjadi harapan untuk bisa memperbaiki semua kondisi yang ada sekarang.

Basyir mengatakan, untuk mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) vaksin sinovac diperlukan sejumlah hal. Diantaranya, data laporan lengkap hasil uji klinis fase 1 dan fase 2 di Tiongkok, dan data interim report uji klinis fase ketiga yang telah dilakukan di Bandung sejak Agustus 2020 lalu. Serta interim report fase ketiga yang telah dilakukan di Brazil.

“Kami berharap ini bisa kita manage dengan baik tentunya kalau data ini bisa dideliver sesuai dengan waktunya. Kami akan deliver sekitar minggu pertama Januari 2021,” kata Basyir.

Basyir melanjutkan, pihaknya mulai melakukan persiapan produksi vaksin Sinovac. Hal ini diawali dengan kunjungan tim BPOM yang telah melakukan audit ke Biofarma untuk memenuhi persyaratan agar pihaknya bisa memproduksi vaksin.

“Kami terus menerus melakukan pelatihan bagi sumber daya manusia kami karena ini vaksin baru, meskipun kami sudah terbiasa dengan vaksin lainnya,” ujar Basyir.

Selanjutnya: Lewat program darurat, hampir 1 juta orang mendapat vaksin Sinopharm di China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli