Bioskop akan dibuka, bagaimana rekomendasi saham emiten pengelola mal?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak April 2020, pemerintah memutuskan untuk menutup bioskop di Indonesia. Nah, kini, pemerintah berencana membuka kembali bisnis bioskop. Sebelumnya, bioskop direncanakan dibuka kembali pada 29 Juli yang lalu, namun rencana itu batal.

Lantas, bagaimana dampak pembukaan bioskop terhadap bisnis mal?

Analis NH Korindo Sekuritas Ajeng Kartika Hapsari berpendapat, pembukaan bioskop tidak akan langsung berdampak signifikan terhadap emiten pengelolaan mal. Pasalnya, kasus Covid-19 masih tinggi sehingga dia memprediksi masyarakat masih akan cenderung menahan diri untuk pergi ke bioskop.


Menurut Ajeng, masyarakat bahkan meragukan keputusan pemerintah akan dibukanya kembali bioskop. "Saya lihat pasar masih memberikan respons terbatas atas hal tersebut," kata Ajeng, Kamis (27/8).

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) menyambut rencana pembukaan kembali bioskop

Ajeng memproyeksi, kinerja emiten pengelola mal pada sisa tahun ini bakal membaik jika dibandingkan dengan kuartal pertama dan kedua tahun ini. Meski demikian, dia melihat sisa tahun 2020 masih menjadi tahun yang berat bagi emiten properti pengelola mal.

"Walaupun telah dibukanya retail, restoran, dan bioskop, namun pertumbuhan kinerjanya akan terbatas hingga kasus Covid-19 benar-benar melandai," ungkap dia.

Dari sejumlah emiten properti yang mengelola pusat perbelanjaan, Ajeng menjagokan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) karena memiliki mal yang besar dan diisi dengan tenant yang kerap dikunjungi masyarakat, seperti Gandaria City, Kota Kasablanka, dan Pakuwon Mall.

Baca Juga: Ini dampak rencana pembukaan bioskop ke emiten pengelola mal

Selain itu, PWON pun didukung dengan superblok yang mana lingkungan malnya dikelilingi oleh apartemen atau hotel milik PWON. Ajeng merekomendasikan PWON dengan target harga Rp 545 per saham.

Ajeng juga menyarankan pelaku pasar untuk buy saham CTRA dengan target harga Rp 810 per saham. Pada Kamis (27/8), harga saham PWON turun 0,95% ke Rp 418 per saham dan CTRA naik 1,32% ke Rp 770 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie