BANDUNG. Potensi sektor perkebunan sawit masih terbuka lebar. Oleh karenanya peningkatan produktivitas tanaman menjadi tantangannya. Salah satunya adalah melalui bioteknologi. Namun, untuk penerapan teknologi tersebut, perlu adanya komitmen yang kuat guna membiayai riset tersebut. Darmono Taniwiryono dari Indonesian Biotechnology Research Institute for Estate Crops (IBRIEC) mengatakan, bioteknologi merupakan upaya peningkatan produksi dengan menggunakan proses biologi. Salah satunya adalah melalui proses manipulasi biologi untuk memperbaiki kualitas tanah. Darmono bilang, dengan kualitas tanah yang baik tingkat kesuburan akan meningkat pula. Akhirnya, produksi tanaman menjadi berlipat. Namun, untuk melakukan riset tersebut setidaknya dibutuhkan biaya yang sangat besar yakni mencapai US$ 1,2 juta per tahun.
Bioteknologi menjadi solusi peningkatan produksi
BANDUNG. Potensi sektor perkebunan sawit masih terbuka lebar. Oleh karenanya peningkatan produktivitas tanaman menjadi tantangannya. Salah satunya adalah melalui bioteknologi. Namun, untuk penerapan teknologi tersebut, perlu adanya komitmen yang kuat guna membiayai riset tersebut. Darmono Taniwiryono dari Indonesian Biotechnology Research Institute for Estate Crops (IBRIEC) mengatakan, bioteknologi merupakan upaya peningkatan produksi dengan menggunakan proses biologi. Salah satunya adalah melalui proses manipulasi biologi untuk memperbaiki kualitas tanah. Darmono bilang, dengan kualitas tanah yang baik tingkat kesuburan akan meningkat pula. Akhirnya, produksi tanaman menjadi berlipat. Namun, untuk melakukan riset tersebut setidaknya dibutuhkan biaya yang sangat besar yakni mencapai US$ 1,2 juta per tahun.