BIPI berniat gunakan waran untuk bayar akuisisi



JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) berniat mengganti rencana penggunaan warran yang sebelumnya dialokasikan untuk investasi dan modal kerja. Perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi ini sepertinya akan menggubah penggunaan waran yang dikeluarkan saat menggelar penawaran umum saham perdana di 2010 itu untuk membayar akuisisi PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI).Rencana mengubahan penggunaan warran ini akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di akhir Maret mendatang. "Belum tahu kepastian untuk penggunaan dana warran, tapi tidak menutup kemungkinan ke arah sana (pembayaran untuk AMI)," kata Direktur BIPI Firlie Ganinduto kepada Kontan, Kamis (23/2).Lebih lanjut, Firlie menyebut, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan pinjaman terkait pembayaran akuisisi AMI. "Due diligence untuk akuisisi belum sepenuhnya selesai, angka pasti akuisisinya msh blm pasti, sehingga pinjaman masih dalam proses," lanjutnya.Padahal sebelumnya, manajemen BIPI memprediksi nilai akuisisi AMI mencapai US$ 600 juta. AMI adalah perusahaan infrastruktur pertambangan batubara terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan penambangan batubara. Perusahaan ini memiliki pelabuhan khusus batubara, overland conveyor, coal processing plant, juga crusher.Perseroan menyebut, akuisisi AMI ini sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara non-organic, sekaligus memperkuat posisi BIPI dalam industri sumber daya dan energi yang terintegrasi.Sebagai catatan saja, saat melaksanakan IPO, BIPI menerbitkan warran sejumlah 6,5 miliar waran di harga pelaksanaan Rp 145 per waran. Artinya BIPI mendapatkan dana segar mencapai Rp 942,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dupla Kartini