Birkenstock Kerek Proyeksi Pendapatan yang Didukung Permintaan, Harga Sahamnya Naik



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Birkenstock menaikkan perkiraan pertumbuhan penjualan tahunan dan melampaui estimasi pendapatan kuartalan. Perusahaan mengandalkan permintaan yang tangguh—dengan harga penuh—atas sandal premiumnya dari kalangan pembeli kelas atas, yang mendorong kenaikan harga sahamnya sekitar 15%.

Mengutip Reuters, Kamis (3/8/2026), kekuatan penetapan harga yang kuat dan loyalitas merek telah membantu perusahaan seperti Birkenstock—yang menyasar konsumen lebih kaya—untuk tetap relatif terlindung dari penurunan belanja non-pokok (discretionary spending) yang lebih luas di AS, yang berdampak pada sebagian besar sektor pakaian dan alas kaki.

Permintaan terhadap sandal dan sepatu tertutup kelas atas perusahaan tetap tangguh sepanjang kuartal tersebut, sementara bisnis langsung ke konsumen (DTC) yang terus berkembang serta perluasan jaringan ritel turut mendorong pertumbuhan di berbagai wilayah.


"Kinerja kuartal yang kuat dari Birkenstock menunjukkan bahwa konsumen terus menunjukkan preferensi terhadap merek premium dan bersedia membayar lebih untuk produk yang mereka anggap berkualitas tinggi," kata analis eMarketer, Rachel Wolff.

Baca Juga: JD.com Prediksi Penjualan Peralatan Rumah Tangga Membaik pada Semester II 2026

Pertumbuhan didukung oleh bisnis DTC Birkenstock yang terus berkembang; penjualan melalui toko dan situs web milik sendiri naik 14% dan menyumbang hampir 39% dari pendapatan kuartalan.

Birkenstock menyatakan bahwa dampak konflik di Timur Tengah lebih terbatas daripada perkiraan awal. Perusahaan memperkirakan kerugian hanya di kisaran angka jutaan euro yang tinggi (mendekati 10 juta) pada semester kedua, dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berkisar antara 10 juta hingga 12 juta euro. 

"Kami berhasil meredam sebagian besar tekanan (akibat konflik Timur Tengah) melalui penyesuaian rute pengiriman dan kinerja yang kuat di wilayah lain," ujar CFO Ivica Krolo dalam panggilan pembahasan kinerja keuangan.

Penjualan di kawasan Asia-Pasifik meningkat 18% pada kuartal tersebut, sementara penjualan di wilayah Amerika tumbuh 11% dan EMEA naik 15%.

Baca Juga: Harga Produsen AS Tak Berubah pada Juli, Perkuat Ekspektasi The Fed Tahan Suku Bunga

Birkenstock kini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahun fiskal 2026 sebesar 15% dengan asumsi nilai tukar konstan, dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berkisar antara 13% hingga 15%. Perusahaan mempertahankan perkiraan laba tahunan di kisaran 1,90 euro hingga 2,05 euro per saham.

Pendapatan kuartal ketiga naik 13% menjadi 719,5 juta euro (829,1 juta dolar AS), melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 713,4 juta euro, menurut data yang dihimpun oleh LSEG. Laba per saham yang disesuaikan tercatat sebesar 0,74 euro, di bawah estimasi sebesar 0,76 euro.

(1 dolar AS = 0,8678 euro)