Jakarta. Masalah upah murah dan birokrasi berbelit membuat industri jasa konsultan tidak bisa tumbuh cepat. Menurut Jimmy Sardono Michael, Sekjen Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo), pertumbuhan bisnis jasa konsultan hanya 3%-5% per tahun, dihitung dari peningkatan jumlah perusahaan yang bergerak di bidang ini. Tahun ini perusahaan konsultan yang menjadi anggota Inkindo sebanyak 4.800 perusahaan. Dari jumlah itu sebanyak 7% adalah perusahaan besar, 13% menengah dan sisanya perusahaan kecil. "Jumlahnya stabil karena pertumbuhannya hanya 3-5%," kata Michael, Kamis (27/2) dalam sosialisasi pelaksanaan konferensi akuntan teknik se Asia Pasifik atau International Federation of Consulting Engineers Asia Pacifik dan The Technical Consultancy Development Programme for Asia Pacifik yang dilaksanakan di Bali pada 2-5 Maret 2014. Persoalan yang dihadapi perusahaan konsultan terutama karena kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki tidak mendapat pemberian upah yang sesuai. Akibatnya banyak insinyur tanah air yang bekerja di luar negeri, seperti di Dubai. “Itu karena faktor remunerasi yang tidak sesuai. Sedangkan disini semua dilakukan sendiri,” ujar Michael.
Birokrasi berbelit, jasa konsultan terjepit
Jakarta. Masalah upah murah dan birokrasi berbelit membuat industri jasa konsultan tidak bisa tumbuh cepat. Menurut Jimmy Sardono Michael, Sekjen Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo), pertumbuhan bisnis jasa konsultan hanya 3%-5% per tahun, dihitung dari peningkatan jumlah perusahaan yang bergerak di bidang ini. Tahun ini perusahaan konsultan yang menjadi anggota Inkindo sebanyak 4.800 perusahaan. Dari jumlah itu sebanyak 7% adalah perusahaan besar, 13% menengah dan sisanya perusahaan kecil. "Jumlahnya stabil karena pertumbuhannya hanya 3-5%," kata Michael, Kamis (27/2) dalam sosialisasi pelaksanaan konferensi akuntan teknik se Asia Pasifik atau International Federation of Consulting Engineers Asia Pacifik dan The Technical Consultancy Development Programme for Asia Pacifik yang dilaksanakan di Bali pada 2-5 Maret 2014. Persoalan yang dihadapi perusahaan konsultan terutama karena kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki tidak mendapat pemberian upah yang sesuai. Akibatnya banyak insinyur tanah air yang bekerja di luar negeri, seperti di Dubai. “Itu karena faktor remunerasi yang tidak sesuai. Sedangkan disini semua dilakukan sendiri,” ujar Michael.