Bisa tumbuh maksimal di daerah dingin (2)



Budidaya lada hitam tergolong susah-susah gampang. Perlu perawatan khusus agar hasil yang didapat dari menanam lada hitam bisa maksimal. Suhardi, petani lada hitam asal Kepahiang, Bengkulu, memiliki cara berbeda dalam menanam lada hitam.

Ia memilih menanam lada hitam secara tumpang sari dengan tanaman kopi. Caranya, dengan menanam pada tegakan pohon pelindung kopi. Di Kabupaten Kepahiang sendiri, kelembapan udaranya cukup dingin dibanding dengan kabupaten lain di Bengkulu. Ini menjadikan tanaman lada tidak mudah terjangkit penyakit jamur.

Untuk penanaman satu hektare, biasanya dibutuhkan sekitar 2.000 bibit tanaman lada. Adapun, Suhardi menanam 3.000 bibit di lahan 1,5 hektare. Pasokan bibit ini ia peroleh dari Lampung yang terkenal sebagai penghasil lada terbaik di Indonesia.


Saat proses pengolahan tanah, Suhardi membuat lubang tanah berbentuk limas dengan ukuran atas 40 sentimeter (cm) x 35 cm, dan ukuran bawah 40 cm x 15 cm dengan kedalaman 50 cm. Lubang ini dibiarkan dalam 10 hari sampai 15 hari kemudian baru ditanami.

Waktu penanaman yang paling baik saat musim penghujan atau saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan pada pagi hari atau sore hari. Untuk memberi kesuburan, Suhardi biasanya memberikan pupuk kandang 0,8 gram hingga 100 gram per tanaman. Adapun, pemupukan susulan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik.

Penyakit yang paling sering menyerang lada adalah jamur. Agar tak mudah terserang penyakit, ia melakukan beberapa antisipasi. Misalnya, menanam lada bibit unggul pada lubang baru. "Jika menanam pada lubang yang terjangkit penyakit akan tumbuh kerdil," ujarnya.

Di samping itu, ia juga memangkas bagian-bagian tanaman yang sudah terserang hama dan penyakit, seperti batang, dahan dan ranting yang tidak produktif. Batang yang sudah tua juga dipangkas agar tanaman menjadi muda kembali.

Nah, panen yang terbaik saat tanaman lada berumur tiga tahun. Pemanenan ini terdiri dari panen raya, panen kecil dan panen selang. Panen raya umumnya dilaksanakan bulan Juni. "Setiap pohon bisa lebih dari 4 kilogram," ujarnya.

Budiman, petani asal Malang, Jawa Timur, tidak menerapkan sistem tumpang sari. Karena tanaman lada hitam bersifat menyulur atau merambat, maka Budiman memasang tiang dengan tali agar ketika tanaman besar bisa terawat dengan baik.

Maklum, setelah empat bulan, tanaman akan merambat ke atas. Budiman bilang, tanahnya harus gembur setiap hari, tidak kering tapi juga tidak boleh tergenang air. "Air membuat tanaman terkena jamur, " katanya.      

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News