Bisnis Adem dari Penjualan Pakaian Tidur Wanita



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pakaian rumahan atau homewear terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin banyak menghabiskan waktu di rumah.

Kondisi tersebut dimanfaatkan Riyano untuk mengembangkan usaha pakaian tidur dan homewear wanita dengan label Sloozy.

Usaha ini didirikan Riyano bersama rekan sekaligus pasangannya pada 2023. Ide mengembangkan homewear muncul setelah ia menemukan persoalan terkait kenyamanan pakaian rumahan yang tersedia di pasaran.


"Dalam keseharian, banyak pakaian rumahan yang menggunakan bahan yang panas, kurang menyerap keringat, dan membuat gerah, terutama di iklim tropis seperti Indonesia," ungkap Riyano kepada KONTAN, Jumat (21/8).

Baca Juga: Wangi Cuan dari Pengeringan Biji Kopi

Berangkat dari persoalan tersebut, ia mulai bereksperimen membuat pakaian rumahan menggunakan bahan berbasis serat alami yang lebih lembut, menyerap keringat, dan nyaman digunakan sepanjang hari.

Hasilnya, perkembangan bisnis Sloozy terus menunjukkan tren positif. Rata-rata volume penjualan Sloozy mencapai sekitar 1.000 produk per bulan.

Pencapaian ini tak terlepas dari tiga prinsip yang digunakan Riyano dalam mengembangkan Sloozy, yakni kenyamanan, kualitas, dan keterjangkauan.

Baca Juga: Merajut Cuan dari Lembaran Kulit Sapi

Dari sisi bahan, Sloozy berkomitmen menggunakan material berbasis serat alami yang nyaman dan menyerap keringat. Ia juga menghindari penggunaan bahan sintetis seperti poliester yang dinilai cenderung lebih panas ketika digunakan.

Dari sejumlah produk yang ditawarkan, setelan celana pendek dengan desain simpel menjadi produk terlaris Sloozy. Model yang paling diminati antara lain desain V-neck, tanpa lengan, dan tanpa kancing. Produk tersebut menyumbang sekitar 70% dari total penjualan Sloozy.

Baca Juga: Fulus dari Aneka Camilan Penggugah Selera

Dalam proses produksinya, Sloozy memulai tahapan dari desain dan pemilihan bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta preferensi pelanggan.

Setelah desain ditetapkan, Sloozy bekerja sama dengan pabrik tekstil untuk pengadaan kain dalam bentuk gulungan (roll). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku tetap konsisten.

Sementara itu, untuk proses produksi pakaian, Sloozy bermitra dengan konveksi yang memiliki keahlian dalam pembuatan pakaian tidur.

Kolaborasi tersebut memungkinkan Sloozy lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan mitra usaha lokal dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga: Fulus dari Daur Ulang Limbah Pertanian

Dari sisi penjualan, marketplace masih menjadi kanal utama Sloozy. Selanjutnya, Sloozy berencana memperluas kanal penjualan melalui media sosial dan kanal offline.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis Sloozy yang tahun ini ditargetkan meningkat 20%.

Tahap selanjutnya, Riyano berencana memperluas lini produk ke pakaian tidur untuk pria dan anak-anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: