Bisnis Agen Laku Pandai Bank BPD DIY Tumbuh 18%, Nilai Transaksi Capai Rp 35,6 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BPD DIY mencatat pertumbuhan positif bisnis agen laku pandai hingga pertengahan 2026. Ekspansi jumlah agen yang terus berlanjut diiringi peningkatan aktivitas transaksi, menunjukkan layanan branchless banking tersebut masih diminati masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan financial technology (fintech).

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto mengatakan, hingga 31 Juli 2026 nilai transaksi melalui agen laku pandai mencapai Rp 35,6 miliar dengan frekuensi sebanyak 233.000 transaksi.

"Perkembangan bisnis agen laku pandai menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, baik dari sisi ekspansi jaringan agen maupun aktivitas transaksi nasabah. Agen laku pandai tetap diminati masyarakat sebagai perpanjangan tangan perbankan di tengah pesatnya perkembangan industri fintech," ujar Agus kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).


Baca Juga: Prospek Stabil, Pefindo Sematkan Peringkat idAA+ untuk Keuangan BNI Life

Sejalan dengan meningkatnya transaksi, jumlah agen laku pandai juga terus bertambah. Hingga akhir Juli 2026, Bank BPD DIY memiliki 2.228 agen atau meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Agus, pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari sinergi dengan Ekosistem Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), kerja sama dengan pelaku usaha lokal dan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), hingga penetrasi ke sektor pendidikan melalui pembentukan agen di sekolah.

Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan aplikasi BPDDIY Agen yang menyediakan berbagai fitur layanan perbankan serta menerapkan strategi hyperlocal untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan fintech.

Dari sisi kontribusi terhadap bisnis, agen laku pandai turut memberikan tambahan pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) sebesar Rp 582,7 juta hingga Juli 2026 atau sekitar 1% dari total FBI perseroan.

Sementara itu, kontribusi terhadap penghimpunan dana murah (CASA) mencapai 0,35% dari total dana pihak ketiga (DPK). Adapun kontribusi referral kredit masih terbatas pada agen dengan kategori tertentu.

Agus menambahkan, pembukaan rekening melalui program Basic Saving Account (BSA) juga terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah rekening BSA yang terbentuk telah mencapai 57% dari total agen laku pandai yang dimiliki perseroan.

Baca Juga: Laba Fintech Lending Tembus Rp 1,15 Triliun hingga Juni 2026

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank BPD DIY menargetkan jumlah agen laku pandai meningkat menjadi sekitar 2.300 agen hingga akhir tahun atau tumbuh sekitar 6% dibandingkan posisi saat ini.

Guna mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan lima strategi utama. Di antaranya melakukan pemetaan wilayah potensial, memberikan pendampingan intensif kepada agen pada fase awal operasional, memanfaatkan komunitas dan tokoh lokal sebagai mitra pengembangan.

Selain itu,  memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui ETPD, serta meningkatkan sosialisasi dan literasi keuangan melalui program SAMBANG KALURAHAN Satu Dusun Satu Agen.

Melalui berbagai strategi tersebut, Bank BPD DIY optimistis bisnis agen laku pandai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News