JAKARTA. Pertumbuhan bisnis pembiayaan anjak piutang (factoring) di pertengahan tahun ini masih rendah jika dibandingkan dengan bisnis pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha. Padahal, pasar bisnis ini masih terbilang besar karena pemain yang sedikit. Berdasarkan data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) per Juli 2010, nilai penyaluran pembiayaan anjak piutang multifinance sebesar Rp 2,08 triliun. Angka ini hanya meningkat 1,96% dibandingkan periode yang sama di 2009 sebesar Rp 2,04 triliun. Bila dibandingkan dengan awal tahun, bisnis ini tumbuh 3,53%. Direktur Utama Bukopin Finance, Chairul Anwar, mengatakan, rendahnya pertumbuhan bisnis anjak piutang di Indonesia karena bisnis ini beresiko cukup besar. "Hal ini membuat banyak bank tidak bersedia membeli warkat yang dikeluarkan multifinance untuk membiayai anjak piutang," ujar dia, (15/9).
Bisnis anjak piutang hanya naik tipis
JAKARTA. Pertumbuhan bisnis pembiayaan anjak piutang (factoring) di pertengahan tahun ini masih rendah jika dibandingkan dengan bisnis pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha. Padahal, pasar bisnis ini masih terbilang besar karena pemain yang sedikit. Berdasarkan data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) per Juli 2010, nilai penyaluran pembiayaan anjak piutang multifinance sebesar Rp 2,08 triliun. Angka ini hanya meningkat 1,96% dibandingkan periode yang sama di 2009 sebesar Rp 2,04 triliun. Bila dibandingkan dengan awal tahun, bisnis ini tumbuh 3,53%. Direktur Utama Bukopin Finance, Chairul Anwar, mengatakan, rendahnya pertumbuhan bisnis anjak piutang di Indonesia karena bisnis ini beresiko cukup besar. "Hal ini membuat banyak bank tidak bersedia membeli warkat yang dikeluarkan multifinance untuk membiayai anjak piutang," ujar dia, (15/9).