Bisnis Asuransi Melesat 50% Saat Penetrasi Cuma 2%-3%, Kok Bisa?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rendahnya tingkat penetrasi asuransi masih menjadi tantangan besar dalam sistem perlindungan keuangan nasional. Dengan penetrasi cuma di kisaran 2%–3%, sebagian besar keluarga Indonesia masih belum memiliki perlindungan finansial memadai. 

Kenyataan tersebut di tengah meningkatnya biaya kesehatan dan bertambahnya usia harapan hidup. Kondisi ini mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap asuransi. Dari sekadar pelengkap menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Kebutuhan perlindungan pun berkembang, tidak hanya mencakup proteksi dasar, tetapi juga kesehatan hingga perencanaan waris.

Terkait kebutuhan tersebut, Sun Life Indonesia menutup tahun 2025 dengan memperluas jangkauan ke ke sejumlah kota di Indonesia. Ekspansi ini diawali dari Bandung dan akan berlanjut ke Surabaya, Makassar, Tanjung Pinang, serta Palembang, sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan literasi perlindungan asuransi di daerah.


Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini menyampaikan, perjalanan Sun Life di Indonesia selama tiga dekade sejalan dengan evolusi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Asei Proyeksikan Industri Asuransi Umum Berpotensi Cetak Peningkatan Laba pada 2026

“Sun Life mendampingi keluarga Indonesia dalam merencanakan perlindungan asuransi jiwa mereka. Mulai dari perlindungan dasar hingga perencanaan jangka panjang untuk generasi berikutnya,” ujar Maika, dalam keterangan resmi, Kamis (22/1). 

Setiap keluarga memiliki tahapan hidup dan kebutuhan perlindungan yang berbeda. Sehingga solusi asuransi perlu dirancang agar fleksibel dan relevan dengan perubahan tersebut. “Kebutuhan setiap keluarga berkembang seiring waktu, dan peran kami adalah memastikan solusi perlindungan dapat mengikuti perjalanan hidup," katanya.

Perkembangan kebutuhan ini tercermin dari semakin luasnya cakupan produk perlindungan, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, hingga perencanaan legacy. Pada 2025, Sun Life mencatat pertumbuhan bisnis sekitar 50%, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial.

Dari sisi distribusi, Sun Life memanfaatkan pendekatan multi-kanal melalui kerja sama bancassurance dengan CIMB Niaga dan Bank Muamalat Indonesia, serta jaringan keagenan untuk produk konvensional dan berbasis syariah.

Menjelang akhir 2025, perusahaan ini juga meluncurkan sejumlah solusi asuransi jiwa yang ditujukan untuk perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang. Termasuk produk perencanaan waris dan proteksi dengan proses yang lebih sederhana tanpa pemeriksaan medis.

Memasuki 2026, Sun Life menyiapkan fokus strategis pada peningkatan edukasi finansial, perluasan akses perlindungan serta penguatan inovasi layanan. “Ke depan kami ingin menghadirkan proses yang lebih sederhana, layanan digital yang efisien, serta akses perlindungan yang lebih luas melalui berbagai kanal distribusi,” ujar Maika.

Selanjutnya: Harga Tembaga Melonjak, Freeport-McMoRan Lampaui Estimasi Laba Kuartal IV-2025

Menarik Dibaca: 5 Makanan Ultra Olahan yang Masih Aman Dikonsumsi untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News